Selasa, 26 Januari 2021

Kisah Pilu Kehidupan Warga Gusuran Kampung Aquarium

Kisah Pilu Kehidupan Warga Gusuran Kampung Aquarium

Jakarta, Swamedium.com – Sudah setahun berlalu penggusuran Kampung Aquarium berlalu. Trauma pasca penggusuran masih melekat pada masyarakat Kampung Aquarium yang hingga kini masih merasa berat merasakan hidup yang semakin sulit dan tak kunjung membaik.

Banner Iklan Swamedium

Berikut penuturan Ibu Tarmi (60) warga Kampung Aquarium yang menceritakan kisah pilu menjadi warga yang tergusur dari tempat tinggalnya sendiri.

“Sebelum digusur, saya jualan soto, alhamdulillah bisa buat kuliahin anak. Tapi setelah digusur, anak saya harus berhenti kuliah.

Rumah saya yang digusur baru tiga bulan selesai dibangun, abis kebakaran waktu itu. Saya udah habis ratusan juta untuk bangun rumah lagi. Baru tiga bulan selesai saya bangun langsung digusur.

Saya cuma bisa pasrah, gak tau harus gimana lagi waktu itu. Saya gak mau ambil rusun yang di Marunda, karena saya gak tega lihat anak saya berangkat sekolah jadi tambah jauh. apalagi kan kendaraan di Marunda gede gede, serem gak tega saya.

Sekarang saya ngontrak rumah di Cibitung, cari kontrakan, bulanan yang murah. Saya coba jualan disana, tapi hancur saya jualan disana, gak laku. Modal saya habis, balik lagi, bikin bedeng disini (Kampung Aquarium) buat nyambung hidup, jualan ini (kopi dan makanan kecil), anak saya yang kecil ada yang masih SMP, masih butuh biaya.” (dip)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita