Rabu, 20 Januari 2021

Soal Memilih Pemimpin, PWNU DKI: Putusan Muktamar Lirboyo Sudah Jelas

Soal Memilih Pemimpin, PWNU DKI: Putusan Muktamar Lirboyo Sudah Jelas

Foto: PWNU DKI Jakarta melakukan sosialisai hasil Muktamar NU ke XXX tentang Larangan Memilih Pemimpin Non Muslim. (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta mengadakan sosialisasi hasil muktamar NU ke XXX di Lirboyo, Kediri, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Banner Iklan Swamedium

Sosialisasi hasil muktamar itu salah satunya adalah tentang larangan memilih pemimpin non muslim. Acara sosialisasi ini diadakan di sekretariat PWNU DKI jalan Utan Kayu Raya 108, Jakarta Timur, Sabtu (15/4).

KH Ibnu Abidin, salah satu pengurus PWNU DKI mengatakan bahwa acara ini merupakan konsolidasi sekaligus silaturahmi yang kedua.

“Pada hari ini kami sampaikan mengenai sosialisasi hasil putusan muktamar di ponpes Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, tentang larangan memilih pemimpin non muslim atas situasi terkait kontestasi pilkada DKI Jakarta,” ujarnya di sekretariat PWNU DKI Jakarta, Sabtu (15/4).

Menurutnya, semakin dekatnya pilkada pada 19 April nanti, banyak kontroversi yang merugikan dan mengurangi marwah (harga diri) warga nadhliyin. Selalu saja organisasi masyarakat Islam ini diseret-seret saat ajang pileg, pilpres,dan pilkada.

“Seolah-olah kita dianggap abu-abu atau tidak punya panutan atau pegangan padahal hasil muktamar NU sudah jelas soal pemimpin non muslim,” pungkasnya.

Sementara Khatib Syuriah PBNU KH Zulfa Mustofa menguatkan apa yang disampaikan oleh KH Ibnu, NU memastikan dalam memilih pemimpin mereka mengikuti apa yang sudah ada dalam Al Quran

“Secara organisasi NU tidak berpolitik praktis, tidak berpihak ke partai politik. Namun individu-individu NU sudah ada pedoman dalam memilih pemimpin. Nadhliyin sudah memutuskan cara memilih pemimpin
dengan berpegangan pada hasil muktamar Lirboyo.

Secara tegas, dirinya mengatakan bahwa keputusan Muktamar NU di Lirboyo sudah jelas.

“Dalam hal ini garis NU jelas, dalam hal memilih pemimpin NU sudah punya putusan hasil muktamar,” tegasnya.

Tampak hadir Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta KH Mahfudz Asirun, Muslimat NU Jakarta, Badan Otonom Anshor, Fattayat NU, dan sejumlah pengurus PWNU DKI serta warga nahdliyin di DKI Jakarta. (Jok)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita