Rabu, 20 Januari 2021

Mantan Pimpinan KPK: Money Politics Rusak Proses Demokrasi

Mantan Pimpinan KPK: Money Politics Rusak Proses Demokrasi

Foto: Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menilai money politics sudah merusak demokrasi. (asmc)

Jakarta, Swamedium.com – Mantan Wakil Ketua Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menjelaskan politik uang di Pilgub DKI Jakarta yang terbagi menjadi tiga bagian. Pertama yakni warga diberikan uang, diberikan sembako dan diberikan janji manis oleh Paslon atau tim pemenangan.

Banner Iklan Swamedium

“Kedua ini dikombinasi dengan tiga bagian lagi yaitu fitnah atau hoaks yang bertebaran serta teror terhadap warga yang ingin melaporkan money politics itu dilakukan. Pembiaran proses ini membuat kerusakan demokrasi,” tuturnya di Posko Pemenangan Anies-Sandi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/4).

Menurut Bambang, yang mengerikan dari dua hal itu, mengenai adanya dugaan rumah fasilitas negara yang digunakan untuk kepentingan satu Paslon yang bertarung di Pilkada DKI.

“Kalau itu yang terjadi ini kan merusak transpublik terhadap kekuasaan dan ini ongkosnya mahal, ini yang menarik dari permasalahan money politics,” terang Bambang.

Oleh karena itu, Bambang mengajak seluruh masyarakat untuk melawan money politik, sabotase, hoaks dan juga teror dengan membangun kualitas demokrasi yang baik.

“Fitnah itu sangat luar biasa, seolah olah dilakukan tim kami. Fitnah yang sangat masif di seluruh Jakarta. Tindakan kami mengumpulkan bukti yang kuat, informasi masyarakat begitu penting untuk mencari siapa pelakunya. Kalau tidak bisa dibawa ke Bawaslu, juga akan dilaporkan ke DKPP,” ucap Bambang. (*)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita