Selasa, 29 September 2020

Fahira: Hentikan Pelanggaran Masa Tenang, atau Berhadapan dengan Kekuatan Warga

Fahira: Hentikan Pelanggaran Masa Tenang, atau Berhadapan dengan Kekuatan Warga

Foto: Sosialisasi Bang Japar di kediaman Fahira Idris beberapa waktu lalu. (asmc)

Jakarta, Swamedium.com – Menanggapi meruyaknya pelanggaran aturan pemilu terkait masa tenang pilkada di DKI Jakarta, mengundang reaksi dari Senator Jakarta, Fahira Idris. Menurutnya, masa tenang telah hilang maknanya akibat ulah salah satu pasangan calon peserta pilkada DKI.

“Masifnya berbagai dugaan pelanggaran pilkada terutama yang terjadi pada masa tenang, akan berimbas pada ketenangan dan ketertiban hari pemungutan dan penghitungan suara nanti. Pasalnya, masa tenang yang seharusnya ‘mengistirahatkan’ semua warga Jakarta dari hingar bingar pilkada, malah harus menyaksikan berbagai dugaan praktik politik uang lewat temuan timbunan paket sembako di beberapa titik di Jakarta,” ujar Fahira dalam siaran persnya, Senin (17/4).

Menurut Fahira, adanya masa tenang dalam pilkada semestinya dimaksudkan agar semua warga Jakarta bisa tenang dan damai sebelum menunaikan haknya di TPS. Namun, yang terjadi sekarang malah sebaliknya. Oknum-oknum panik dan tidak bertanggungjawab masih saja mengganggu warga dengan cara-cara rendah.

“Bang Japar hari ini sudah berhasil menggagalkan salah satu upaya dugaan pembagian sembako pada masa tenang dan sudah dilaporkan oleh pihak yang berwenang. Saya imbau segera hentikan (pelanggaran di masa tenang), karena Anda akan berhadapan dengan kekuatan warga,” tegas Fahira.

Seperti diketahui, sejak Minggu (16/4) kemarin hingga Senin (17/4) banyak ditemukan pembagian sembako dan uang oleh tim paslon Basuki-Djarot di beberapa wilayah di Jakarta secara masif. Salah satunya pihak Panwaslu DKI berhasil menggagalkan pembagian sembako di Kalibata City, Jaksel dan mengamankan barang bukti sembako di daerah Kalideres, yang dilaporkan oleh relawan Roemah Djoeang Anies-Sandi. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.