Jumat, 17 September 2021

Fahira: Jika Ahok-Djarot Bijak, Program ‘Bedah Rumah’ Bisa Ditunda Setelah 19 April

Fahira: Jika Ahok-Djarot Bijak, Program ‘Bedah Rumah’ Bisa Ditunda Setelah 19 April

Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meresmikan program 'Bedah Rumah'., Senin (17/4). (Dipo/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Program ‘Bedah Rumah’ yang Senin (17/4) ini diresmikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Cilincing, Jakarta Utara mengundang reaksi dari Wakil Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DKI Jakarta Fahira Idris.

Banner Iklan Swamedium

Fahira Idris berpendapat program bedah rumah semestinya dapat ditunda setelah pemungutan suara 19 April nanti.

“Jika Pak Ahok dan Djarot bijak, program ini bisa ditunda setelah 19 April atau setelah proses pemungutan suara selesai untuk menghindari konflik kepentingan, walau program ini dilakukan keduanya sudah aktif kembali sebagai kepala daerah,” ujarnya saat dihubungi swamedium.com.

Wakil Ketua Komite II DPD RI itu juga mengatakan, publik tidak akan bisa menilai hal ini tidak ada kaitannya dengan pilkada DKI.

“Apapun argumennya, sangat susah bagi kita dan bagi warga Jakarta untuk tidak mengaitkan dimulainya program ini dengan status keduanya sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, apalagi momen nya bertepatan dengan masa tenang,” kata Fahira.

Dirinya pun menegaskan, bahwa masa tenang seharusnya warga bisa dibebaskan dari segala hal yang bisa mengarahkan mereka untuk memilih calon tertentu.

“Masa tenang itu harusnya warga dibebaskan dari segala macam kegiatan yang mempersuasi mereka untuk memilih calon tertentu. Jadi memang potensi konflik kepentingan dari peluncuran program bedah rumah ini pada masa tenang sangat besar,” pungkasnya.

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita