Minggu, 25 Juli 2021

Jaya Suprana: Saya Kristen, Tapi Saya Kagum pada Islam Soal Jihad dan Tabayun

Jaya Suprana: Saya Kristen, Tapi Saya Kagum pada Islam Soal Jihad dan Tabayun

Foto: Jaya Suprana. (Nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Menyebut nama Jaya Suprana, ingatan kita langsung tertuju pada Muri dan Jamu Jago serta ilmu Kelirumologi. Sekarang, Jaya Suprana juga dikenal sebagai pejuang rakyat kecil.

Banner Iklan Swamedium

Dalam beberapa kasus perlawanan rakyat menolak penggusuran, Jaya Suprana juga hadir disana. Diantaranya di Bukit Duri dan Kali Jodo.

“Penggusuran Bukit Duri, Jakarta Selatan adalah pelanggaran hukum secara sempurna,” kata Jaya Suprana di dalam acara peluncuran Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Jaya Suprana Institute, Mall Of Indonesia, Kelapa Gading, Senin (17/4).

Sebagai pendukung Jokowi saat mau jadi Presiden, Dia sudah meminta presiden menelpon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menunda penggusuran, karena kasusnya sedang jalan di pengadilan.

“Tapi waktu itu, Gubernur DKI menjawab alasan Otonomi Daerah, penggusuran itu wewenang gubernur,” katanya lagi.

Soal aksi umat Islam, Jaya Suprana punya pandangan lain.

“Saya bukan mualaf, saya Kristen. Tapi saya kagum pada Islam soal Jihad dan Tabayun,” ujarnya.

Menurut Pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dia tahu arti soal dua kata itu dari Habib Rizieq.

“Dari penjelasan Habib Rizieq saya lebih tahu di Al Quran yang menerima kerukunan dan keberagaman itu,” tambahnya.

Jihad yang dimaksudnya adalah berjihad menaklukan diri sendiri. Sementara soal Tabayun adalah menjalin komunikasi dengan lawan dan mitra.

“Tapi saya bukan mualaf ya, saya tetap seorang kristen,” ujarnya sambil tertawa. (dr)

Foto; Jaya Suprana, kagum dengan Islam soal Jihad dan Tabayun (foto nael)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita