Sabtu, 12 September 2020

KPK Siap Panggil Setnov, Terkait Kasus Korupsi e-KTP

KPK Siap Panggil Setnov, Terkait Kasus Korupsi e-KTP

Foto: Gedung KPK yang baru. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan segera memanggil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Umum Golkar Setya Novanto (Setnov) untuk dimintai keterangannya terkait Kasus Korupsi Proyek Pengadaan e-KTP.

“‎Nanti akan kita lakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi sesuai dengan strategi di penyidikan. Karena jadwalnya harus dilihat keterkaitan dengan keterangan saksi yang lain,” kata Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah di DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (17/4).

Saat ini Setnov masih berstatus sebagai saksi dalam kasus korupsi e-KTP, kini Setnov juga dalam status cegah dan tangkal (cekal) oleh Ditjen Imigrasi KemenkumHAM atas permintaan KPK.

Febri pun menjelaskan, status cekal ini dilakukan selama enam bulan kedepan, diharapkan dengan status tersebut bisa mempermudah penyidikan KPK terhadap kasus korupsi e-KTP yang negara dirugikan sebanyak Rp 2.3 triliun.

“Pencegahan kita lakukan selama 6 bulan karena Undang-undang mengatur seperti itu. KPK diberikan kewenangan sesuai dengan pasal 12 ayat 1B. Kewenangan itulah yang kita gunakan untuk mengefektifkan proses penyidikan ini. Nanti disampaikan lebih lanjut data terkait jadwal pemeriksaan e-KTP,” ujar Febri.‎

Untuk diketahui, Ketua DPR RI Setya Novanto dicekal Ditjen Imigrasi agar tidak berpergian ke luar negeri. ‎Dia mengatakan, pencekalan Setnov tersebut efektif sejak Senin 10 April 2017, bersamaan dengan penerimaan surat permohonan cekal yang diterbitkan KPK.

”Benar, kami telah mencekal Ketua DPR Setya Novanto untuk bepergian ke luar negeri. Itu setelah kami mendapat surat permintaan pencekalan dari KPK,” ungkap Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Ronny F Sompie‎, Selasa (11/4) lalu.

Setnov sendiri disebut-sebut melakukan pertemuan dengan Andi untuk membahas bancakan jatah korupsi yang dibagikan ke sejumlah anggota DPR. Meski Setnov sudah membantahnya pada persidangan dengan terdakwa Mantan Pejabat Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.