Selasa, 22 September 2020

PAHAM Jakarta: Penghinaan Terhadap Agama, Kejahatan Yang Perlu Dihukum Berat

PAHAM Jakarta: Penghinaan Terhadap Agama, Kejahatan Yang Perlu Dihukum Berat

Foto: Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama mengakui dengan tegas dan gamblang soal video yang menyinggung Surat Al Maidah 51 dalam persidangan ke-17. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Indoensia (PAHAM) Jakarta mengeluarkan pernyataan sikap terkait kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Dalam pernyataan sikap dengan Nomor: 008/PAHAM-JKT/IV/2017 tersebut, PAHAM Jakarta akan mengajukan Amicus Curiae (Teman/Sahabat Peradilan) kepada PN Jakarta Utara di Jalan. Gajah Mada No.17 Jakarta Pusat pada Senin (17/4) siang.

“Amicus Curiae yang diajukan PAHAM Jakarta bertitik tolak dari teori kejahatan dan pelanggaran yang digali dari KUHPidana. Bahwa kejahatan dan pelanggaran adalah dua kategori delik yang berbeda,” ujar Helmi Al Djufri, S.Sy., M.Si juru bicara PAHAM Jakarta melalui keterangan tertulisnya, Senin (17/3).

Menurutnya, kejahatan merupakan delik hukum (recht-dellict) yang mana perbuatan itu bertentangan dengan azas-azas hukum positif yangbada dalam kesadaran-hukum rakyat. Sedangkan pelanggaran adalah delik undang-undang (wets-dellict) yang mana perbuatan itu bertentangan secara tegas dengan yang dicantumkan dalam undang-undang pidana.

“Oleh sebab itu Pasal 156a KUHPidana yang menjerat Ahok merupakan perbuatan yang masuk ke dalam delik hukum (recht-dellict) sebagai kategori KEJAHATAN di dalam Buku II KUHPidana,” tandas Helmi.

“Perbuatan Basuki Tjahaja Purnama yang menghina/menodai salah satu agama yang dianut dan diakui Negara Republik Indonesia merupakan suatu Kejahatan,” sergahnya.

Maka, lanjut Helmy sangat patut dan wajar serta beralasan hukum Mahkamah Agung menerbitkan Surat Edaran Nomor 11 Tahun 1964 (SEMA No.11 Thn.1964) yang berbunyi: “Karena Agama merupakan unsur yang penting bagi pendidikan rokhaniyah, maka Mahkamah Agung anggap perlu menginstruksikan agar barang siapa melakukan tindak pidana yang bersifat penghinaan terhadap Agama diberi hukuman yang berat”.

Untuk itu, lanjut Helmy lagi, berdasar pemikiran dan dasar hukum tersebut, PAHAM Jakarta merekomendasikan kepada Majelis Hakim yang memeriksa Perkara Nomor: 1537/Pid.B/2016/PN.Jkt.Utr atas nama Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama untuk melakukan hal sebagai berikut:

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.