Rabu, 03 Juni 2020

Penghasilan Rp5 Juta, Waktu Tepat Cicil Rumah

Penghasilan Rp5 Juta, Waktu Tepat Cicil Rumah

Jakarta, Swamedium.com – Kapan waktu ideal untuk membeli rumah, tidak ada yang tahu persis karena kemampuan finansial masing-masing orang berbeda-beda. Tetapi, bila Anda tinggal di area Jabodetabek dan berpenghasilan minimal dikisaran Rp5 juta per bulan, sudah saatnya memberanikan diri untuk mencicil rumah.

Sedangkan yang tinggal di daerah atau masih membujang, dengan jumlah penghasilan dibawah Rp5 juta per bulan sudah harus lebih berani mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) karena biaya hidup di daerah pada umumnya lebih rendah. Kecuali, daerah yang berbiaya hidup tinggi, seperti di Papua, Bali atau Kalimantan.

Kalau membayangkan harga rumah saat ini, tentu keinginan membeli rumah untuk yang berpenghasilan rendah tidak terbayangkan. Tetapi, seiring adanya program rumah subsidi dari pemerintah, memiliki rumah bukan lagi hal mustahil.

Melalui Permenpera No.3 tahun 2014, masyarakat yang memiliki gaji pokok 4 juta per bulan bisa mengambil KPR subsidi. Penghasilan dari tunjangan tidak masuk dalam batasan tersebut. Dengan demikian, kalaupun keseluruhan penghasilan Anda mencapai 7 juta per bulan (take home pay), Anda tetap bisa ikut program KPR subsidi.

Sebelumnya, Deputi Pembiayaan Perumahan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Sri Hartoyo mengatakan, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tak perlu berkecil hati dengan batasan penghasilan Rp4 juta itu. Sebaiknya, sebelum mengajukan KPR subsidi, mengecek dahulu struktur gaji, terutama nilai gaji pokok. Selain itu, masalah ini juga bisa dikonsultasikan kepada bank penyalur KPR subsidi.

“Sesuai dengan Permenpera No. 3 tahun 2014, bahwa yang dimaksud dengan penghasilan adalah gaji/upah pokok per bulan, jadi tidak termasuk tunjangan lainnya,” kata dia.

Mendapatkan fasilitas KPR subsidi atau KPR FLPP (Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Rumah) memiliki sejumlah keuntungan, yaitu bunga sangat ringan hanya 7,25% flat hingga 15-20 tahun, sedangkan bunga KPR komersial bisa mendapai 12%-14%. Selain itu, skema FLPP, memungkinkan nasabah membayar uang muka hanya 10%, sedangkan KPR komersial bisa mencapai 30%.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.