Rabu, 20 Januari 2021

Penghasilan Rp5 Juta, Waktu Tepat Cicil Rumah

Penghasilan Rp5 Juta, Waktu Tepat Cicil Rumah

Jakarta, Swamedium.com – Kapan waktu ideal untuk membeli rumah, tidak ada yang tahu persis karena kemampuan finansial masing-masing orang berbeda-beda. Tetapi, bila Anda tinggal di area Jabodetabek dan berpenghasilan minimal dikisaran Rp5 juta per bulan, sudah saatnya memberanikan diri untuk mencicil rumah.

Banner Iklan Swamedium

Sedangkan yang tinggal di daerah atau masih membujang, dengan jumlah penghasilan dibawah Rp5 juta per bulan sudah harus lebih berani mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) karena biaya hidup di daerah pada umumnya lebih rendah. Kecuali, daerah yang berbiaya hidup tinggi, seperti di Papua, Bali atau Kalimantan.

Kalau membayangkan harga rumah saat ini, tentu keinginan membeli rumah untuk yang berpenghasilan rendah tidak terbayangkan. Tetapi, seiring adanya program rumah subsidi dari pemerintah, memiliki rumah bukan lagi hal mustahil.

Melalui Permenpera No.3 tahun 2014, masyarakat yang memiliki gaji pokok 4 juta per bulan bisa mengambil KPR subsidi. Penghasilan dari tunjangan tidak masuk dalam batasan tersebut. Dengan demikian, kalaupun keseluruhan penghasilan Anda mencapai 7 juta per bulan (take home pay), Anda tetap bisa ikut program KPR subsidi.

Sebelumnya, Deputi Pembiayaan Perumahan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Sri Hartoyo mengatakan, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tak perlu berkecil hati dengan batasan penghasilan Rp4 juta itu. Sebaiknya, sebelum mengajukan KPR subsidi, mengecek dahulu struktur gaji, terutama nilai gaji pokok. Selain itu, masalah ini juga bisa dikonsultasikan kepada bank penyalur KPR subsidi.

“Sesuai dengan Permenpera No. 3 tahun 2014, bahwa yang dimaksud dengan penghasilan adalah gaji/upah pokok per bulan, jadi tidak termasuk tunjangan lainnya,” kata dia.

Mendapatkan fasilitas KPR subsidi atau KPR FLPP (Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Rumah) memiliki sejumlah keuntungan, yaitu bunga sangat ringan hanya 7,25% flat hingga 15-20 tahun, sedangkan bunga KPR komersial bisa mendapai 12%-14%. Selain itu, skema FLPP, memungkinkan nasabah membayar uang muka hanya 10%, sedangkan KPR komersial bisa mencapai 30%.

Bahkan, aturan pemerintah yang terbaru, untuk golongan MBR bisa mengambil KPR dengan uang muka hanya sebesar 1% bila syarat terpenuhi dan suku bunga 5% untuk masa cicilan 20 tahun. Bagi yang memakai fasilitas pembiayaan melalui BPJS Ketenagakerjaan, cukup hanya bayar DP 1%, yang 4% akan dibantu oleh BPJS.

Ambil KPR

Meski penghasilan masih pas-pasan, kenapa Anda harus segera mengambil KPR Subsidi. Berikut ini alasan-alasannya:

1. Uang muka atau down payment (DP) ringan.
Ketentuan DP pada umumnya hanya 10% dari nilai kredit. Bahkan bisa 1%, jika memenuhi persyaratan. Beberapa developer ada yang memberi keringanan, pembayaran uang muka itu bisa dicicil 3 sampai 6 bulan.

2. Cicilan ringan
Cicilan KPR subsidi dimulai dari angka Rp800 ribuan per bulan dan jangka waktu KPR bisa mencapai 20 tahun, tergantung usia dan kebijakan masing-masing bank. Artinya, daripada untuk membayar kontrakan atau kos, lebih baik untuk mencicil KPR, yang nanti akan jadi hak miliknya sendiri.

Dengan gaji per bulan Rp5 juta ditambah penghasilan di luar gaji, maka Anda masih memenuhi rasio kredit sehat jadi dinilai mampu membeli rumah. Rasio kredit sehat adalah jumlah cicilan tidak melebihi 30 persen dari penghasilan.

3. Harga rumah terjangkau
Harga rumah subsidi dibatasi maksimal Rp141 juta untuk area Jabodetabek (lihat table). Dengan harga tersebut, golongan MBR bisa memiliki rumah. Meski lokasinya jauh dari kantor atau tempat kerja, akses lokasi rumah subsidi rata-rata diambil yang relatif dekat dengan stasiun kereta api. Contoh, di area Parung Panjang dan Nambo, Bogor. Setelah ada rumah subsidi, daerah tersebut bisa dijangkau dengan kereta api, sehingga jarak ke Jakarta sekalipun menjadi lebih dekat.

4. Bernilai Investasi
Membeli rumah itu bernilai investasi atau mengembangkan aset. Bila menunda-nunda memiliki rumah, bisa jadi semakin tidak mampu membeli. Sebab, kenaikan harga rumah jauh lebih besar dari kenaikan penghasilan. Dengan memiliki rumah, uang Anda terhindar dari kemerosotan nilai karena inflasi.

5. Hidup Lebih Tenang
Dengan memiliki rumah pribadi, tentu kebutuhan dasar Anda sebagai manusia sudah terpenuhi. Pikiran lebih tenang karena tidak takut lagi, dikejar-kejar untuk membayar kos atau sewa rumah. (maida)

Berikut ini adalah tabel harga rumah subsidi yang ditetapkan oleh pemerintah ;

Banner Iklan Swamedium

ProvinsiHarga Baru Rumah Tapak (Rp/Juta)Harga Rusunami/Meter (Rp/Juta)
Aceh1188,5
Sumatera Utara1177,8
Sumatera Barat1168,8
Riau1169,5
Kep. Riau12510
Jambi1148,8
Sumatera Selatan1188,7
Bangka Belitung1248,9
Bengkulu1168
Lampung1138
Jawa Barat1157,3
Banten1167,6
Jawa Tengah1187,2
DI Yogyakarta1237,3
Jawa Timur1157,9
Kalimantan Barat1329,7
Kalimantan Tengah1289,4
Kalimantan Selatan1279
Kalimantan Timur1329,9
Sulawesi Utara1257,8
Gorontalo1258,3
Sulawesi Tengah1206,9
Sulawesi Selatan1258,2
Sulawesi Barat1188,2
Sulawesi Tenggara1248,2
Bali1358,2
Nusa Tenggara Barat1357,4
Nusa Tenggara Timur1278,6
Maluku1337,6
Maluku Utara1359,6
Papua Barat16910,7
Papua18515,7
Kabupaten/Kota Bekasi1358,4
Kabupaten/Kota Bogor1298,6
Kota Depok1318,5
Kabupaten/Kota Tangerang1348,4
Kabupaten Karawang125
Jakarta Barat8,9
Jakarta Selatan9,2
Jakarta Timur8,8
Jakarta Utara9,6
Jakarta Pusat9,3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita