Sabtu, 12 September 2020

Begini Kronologi Penyerangan Kediaman Ketua DPD FPI Jakarta

Begini Kronologi Penyerangan Kediaman Ketua DPD FPI Jakarta

Jakarta, Swamedium.com — Rumah kediaman Ketua DPD FPI Jakarta di Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat diserang sekelompok orang tak dikenal pada Senin (17/4) malam sekira pukul 00.00 WIB.

Informasi dari saksi di lokasi, pelaku penyerangan diduga adalah anggota Banser dan preman dari Indonesia Timur.

Berikut kronologi peristiwa penyerangan tersebut yang diterima swamedium.com,

Kronologis peristiwa di kramat lontar
Senin, 17 April 2017

Pukul 5 sore datang ke rmh kami( rmh buya majid / ketua Tanfidz DPD FPI DKI) dua buah truk besar mengangkut tenda dll. Karena mmg kami tdk pesan tenda maka kami tykan kpd org tsb….mereka bilang maaf slh alamat.
Ternyata mereka parkir tdk jauh dari rumah, dan tenda tsb dipesan oleh sdri. Ita (ketua RELANU DKI) yg beberapa wkt lalu mengadakan pengajian tryt mendatangkan paslon no. 2. Jarot ke rmhnya. Saat itu warga menolak dan acara segera bubar.
Sdri Ita adlh Putri dari ibu Hizbiyah (Tokoh Fatayat NU).
Wargapun mulai curiga…. Krn prnh kejadian tsb diatas. Akhirnya entah bagaimana rumah sdri. Ita didatangi ole perwakilan dari warga, bang japar, ACTA,….. Tp si empunya rmh mlh keluar sambil berteriak2 memaki team ACTA, memprovokasi warga ( video) terkampir. Mrk merasa diawasi dan menuduh ACTA menfitnah mereka….
Hasil dilapangan warga mendapati tiga buah mikrolet yg diparkir utk menjeput ibu2 dari acara pengajian yg diadakan oleh timses nomor 2 di (Rmh bu Ani). Dari situ ibu2 tsb dibawa ke rmh sdri Ita… Krn letaknya dekat.
Salah seorang ibu yg keluar dari rmh sdri Ita berhasil kita rekam… Dgn membawa sebuah kantong plastik entah berisi apa.
Menurutnya akan ada pembagian sembako stlh pengajian tp tdk jd disini…. Mau di bagikan di GOR Senen sekaligus acr istiqosah.
Dari dlm mikrolet warga menemukan sejumlah kotak makanan dan tumpukan sajadah yg msh baru sbg barbuk. ( foto terlampir).
Sehabis dimaki oleh ibu hisbiyah pihak ACTA rencananya akan melaporkan hal ini ke Panwaslu. Ibu hisbiyah selain memaki jg mengancam akan melaporkan team ACTA ke Polres Jakarta Pusat. Pantauan warga Pak RW 07 (bpk.murni) dan beberapa petugas kepolisian ada di dkt jln sentiong… Tp mrk diam sj dan ngobrol2 santai…
Akhirnya team ACTA dan wargapun membubarkan diri…..
Jam 12 lewat buya majid baru plg dari acara Isra Mi’raj di poltangan….melihat byk konsentrasi massa tak dikenal di sekitar kramat.
Tiba-tiba sekitar pukul 1 Dini hari warga mendatangi rmh kami ( buya Majid) … melapor bahwa ada konsentrasi massa berseragam banser dan preman2 bertampang Ambon di sekitar Kramat Raya. Warga sontak keluar dan menghalau mrk… Melihat warga kompak mereka mundur… Tp jmlh mrk kian byk… Kamipun tdk tinggal diam…. Sy segera menelpon laskar2 FPI . Banser dan preman2 menuju rmh kami sambil berteriak mana kyai?? Sambil mengacungkan senjata tajam…. Mana kyai?? Keluar!!… Mrk kmbali merangsek msk ke jln kramat lontar. Di dpn kantor KPJ ( Komunitas Peduli Jakarta) mereka mulai memukuli org2 yg sdg duduk. Diwarung, dijln dll. Tiga orang laskar yg sdg duduk memesan kopi jd sasaran mrk… Begitu mrk kira2 10 meter dari rumah buya majid sontak warga, laskar dll berhadapan langsung…sempat terjadi bentrok fisik dgn yg di barisan depan. Karena jmlah kami yg cukup byk akhirnya mereka lari tunggang langgang….
Sementara kami melihat di gang ada beberapa wartawan sdh menunggu…. Ada apa ini???
Seperti sdh di setting… Tak ada satupun aparat yg dtg… Pdhal letak Polres JakPus cukup dkt dgn kediaman Buya Majid….
Setelah situasi mulai reda barulah Kapolres JakPus dtg ke lokasi… Dan meminta utk ttp menahan diri…. Situasi mulai kondusif dan kapolres minta pd buya agar warga, laskar dll bubar….
Padahal pantauan warga saat itu para preman msh ada di sekitar PMI kramat dan daerah kawi-kawi….
Hingga pagi ini situasi kembali kondusif.
Allah Maha Pelindung….Allah Maha Besar…. ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR…..

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.