Selasa, 26 Januari 2021

Elektabilitas Anies-Sandi Melejit 58 Persen

Elektabilitas Anies-Sandi Melejit 58 Persen

Foto: "Cukup sudah tempat ini menjadi tempat penderitaan dan tetesan air mata. Kita lakukan dengan cara terhormat dengan datang ke TPS dan coblos yang sebelah kanan," ujar Anies. (asmc)

Jakarta, Swamedium.com – Jika pemilihan dilakukan hari ini, maka Anies-Sandi akan memenangkan Pilkada DKI Jakarta dengan elektabilitas sebesar 58,1 persen, disusul Ahok-Djarot berada pada posisi 39,2 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan ada 2,7 persen.

Banner Iklan Swamedium

Menurut Direktur CN, Achmad Aniefy Jr, hasil survei tersebut dilakukan pada periode 9-15 April 2017 dengan responden sebanyak 525, dengan teknik multistage random sampling.

“Margin of error 4 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Wawancara dilakukan dengan metode tatap muka dan menggunakan alat bantu kuisioner,” kata dia.

Pihaknya mengungkapkan adanya perbandingan pemilih muda (usia 17-24 tahun) yang memilih dua paslon tersebut, yaitu Anies-Sandi sebesar 63,4 persen, sementara Ahok-Djarot hanya 33,5 persen. Sementara yang belum menentukan pilihan 3,1 persen.

Dari survei CN ini bisa disimpulkan beberapa hal. Pertama, angka elektabilitas Anies-Sandi memimpin jauh daripada Ahok-Djarot. Hal ini membuktikan bahwa kampanye Anies-Sandi lebih efektif dan program kerjanya lebih bisa diterima oleh masyarakat Jakarta.

Kedua, jika melihat segmen pemilih muda (usia 17-24 tahun), Anies-Sandi memimpin dengan selisih yang signifikan dibandingkan Ahok-Djarot. Menurut Aniefy, hal ini menunjukkan bahwa kaum muda Jakarta lebih suka dengan program-program yang ditawarkan Anies-Sandi. Seperti diketahui, salah satu program kewirausahaan OK OCE menjadi unggulan Anies-Sandi.

Ketiga, menjelang 19 April, responden yang belum menentukan pilihan semakin sedikit dan hanya tersisa kurang dari 3 persen. Dalam kompetisi pilkada yang head to head seperti pilkada DKI, kondisi seperti ini lumrah terjadi.

Secara teknis, wawancara dilakukan dengan metode tatap muka dan menggunakan alat bantu kuisioner, dengan biaya survei berasal dari internal lembaga. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita