Sabtu, 26 September 2020

IPW: Polisi Lamban Tangkap Pelaku dan Ungkap Otak Pelaku Teror Cawang

IPW: Polisi Lamban Tangkap Pelaku dan Ungkap Otak Pelaku Teror Cawang

Foto: Mobil terbakar dan meledak di lokasi tabligh akbar FPI, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (16/4) dinihari (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Indonesian Police Watch (IPW) mendesak Polri segera menurunkan Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Mabes Polri untuk memburu pelaku dan pemilik “bom mobil” yang gagal meledak di Cawang, Jakarta Timur, Minggu (16/4) malam.

Pasalnya, hingga saat ini belum terlihat ada keseriusan dari jajaran Polda Metro Jaya untuk mengungkap kasus tersebut.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane menilai aksi teror tersebut di Cawang dilakukan oleh teroris dengan tingkat kesadisan yang luar biasa.

Mobil tanpa plat nopol itu diisi dengan sejumlah jeriken berisi bensin, yang kemudian diduga dibakar dan dibiarkan berjalan menuju massa yang sedang melakukan pengajian. Untungnya manuver mobil tersebut berhasil digagalkan, jika tidak tentu akan banyak massa yang jadi korban.

“Densus 88 harus menyelidiki secara serius, apakah aksi teror ini dilakukan kelompok lama atau kelompok baru,” kata Neta di Jakarta, Senin (17/4).

Jika mencermati aksi teror selama ini, lanjut dia, kelompok lama tidak pernah melakukan teror dengan menggunakan mobil berisi jeriken bensin yang kemudian dibakar dan dibiarkan berjalan ke arah massa untuk diledakkan. Selama ini kelompok lama hanya menggunakan mobil untuk bom bunuh diri atau bom mobil seperti di Bali.

Jelas Neta, teror Cawang merupakan modus baru dalam sejarah terorisme di negeri ini. Sepertinya ada kelompok teror baru yang hendak menciptakan bom molotov raksasa di Cawang.

“Densus 88 harus memburu kelompok ini. Jika tidak dikhawatirkan modus “bom mobil molotov raksasa” ini akan menjadi tren yang diikuti kelompok kelompok lain untuk membuat kekacauan di tengah tengah massa,” ungkapnya.

“Densus 88 sebenarnya gampang untuk memburu pelaku dan pemilik mobil tersebut, dengan cara melihat nomor casis mobil. Hal yang sama pernah dilakukan Polri saat memburu pelaku Bom Bali I. “Kasus ” bom mobil molotov raksasa” ini harus segera diungkap motifnya, apakah ingin membuat teror atau ingin memprovokasi umat Islam yang sedang melakukan pengajian,” jelasnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.