Jumat, 25 September 2020

Membangun Optimisme, Ditengah Brutalitas Politik Sembako

Membangun Optimisme, Ditengah Brutalitas Politik Sembako

Oleh Bambang Widjojanto*

Jakarta, Swamedium.com — Jakarta nyaris “luluh lantak”, “bertekuk lutut”, dihina-dinakan akal budi dan nuraninya.

Petahana diduga melakukan politik sembako yang berbalut dengan politik uang, disertai fitnah berjubah perilaku manipulatif dan disertai masifnya sinyalemen yang mempertanyakan netralitas kekuasaan, “menyerbu” seantero Jakarta, dilakukan secara “brutal”, bertubi-tubi, tanpa jeda dan mengoyak-ngoyak jagad labirin Kota Betawi.

Politisasi sembako yang diduga dilakukan petahana dan jaringan sindikasinya, terjadi begitu “kasat mata”, “telanjang” dan nyaris tanpa malu, membuat kita menjadi pilu, sembari “misu-misu” dan berkeluh. Serendah inikah kualitas demokrasi yang hendak diperjuangkan?.

Apakah segala kebusukan harus dilakukan untuk mencapai kemenangan semu?. Seolah, kemenangan hanya ditentukan oleh “kuasa kebejatan” tanpa campur tangan “kuasa langit” yang padanya segala ridha, rahmat dan hidayah berasal dari NYA.

Hingga malam hari kemarin, dihampir seluruh walikota hingga ke pelosok kampung, hari-hari tenang, tiba-tiba, berubah drastis dan “bergejolak” karena ada festival bagi-bagi sosial sembako. Publik mahfum, siapa pelakunya?.

Siapa yang kini berkuasa dan ditopang para pemodal yang punya dana “tidak terbatas” dan bisa membeli apa saja dan siapa saja, apalagi jika hanya sekedar sembako murahan?. Pendeknya, rakyat kecil, khususnya kaum perempuan, lebih-lebih yang sudah lansia, hendak “ditipu” dan “dilucuti” kesadarannya.

Mereka, rakyat kecil itu, terus menerus menjadi miskin dan sebagiannya, bahkan, “dimiskinkan”, justru sangat memerlukan lapangan kerja yang bersifat permanen, bukan sekedar “gula-gula”, seperti sembako murahan.

Kita justru kian sadar, festival sembako murahan itu, justru menjelaskan watak asli dari pelaku dan kekuasaan yang berpihak pada “kuasa kegelapan” Karena menghargai para pemilih dan warga Jakarta, hanya selevel sembako murahan.

Yang mengerikan dan sangat menguatirkan, ada indikasi sangat kuat, pihak yang menjadi bagian dari kekuasaan, berafiliasi dan bahkan bersekutu dengan petahana menggunakan fasilitas dinasnya dan sebagian wewenangnya.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.