Sabtu, 16 Januari 2021

Prabowo: Kemiskinan Membuat Bangsa Tidak Bermartabat

Prabowo: Kemiskinan Membuat Bangsa Tidak Bermartabat

Jakarta, Swamedium.com – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk kaum intelektual untuk membangun kekuatan ekonomi agar bisa mengangkat harkat martabat bangsa dan menciptakan keadilan sosial. Sebab, kemiskinan akan membuat bangsa ini lemah dan tidak bermartabat.

Banner Iklan Swamedium

Prabowo Subianto mengatakan hal itu saat menjadi pembicara kunci dalam dialog ”Kepemimpinan Bangsa Yang Bermartabat dan Berkeadilan’ yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin (17/4) malam.

“Tanpa uang (kemiskinan), kita tidak akan bermartabat dan berkeadilan,” ungkap Prabowo.

Dia mengungkapkan ketidakadilan ekonomi yang terjadi di negeri ini sudah sangat parah. Jika populasi penduduk Indonesia 250 juta orang, jelasnya, hampir 50% kekayaan Indonesia hanya dimiliki oleh 2,5 juta orang saja dan sisanya dibagi 247,5 juta jiwa lainnya.

Bahkan, lanjut Prabowo, baru-baru ini ada lembaga yang menghitung, harta kekayaan dari empat orang terkaya di Indonesia, ternyata lebih besar dari harta 100 juta orang termiskin di Indonesia.

“Angka ini valid. Dan dibenarkan oleh Bank Dunia dan lembaga internasional yang kredibel lainnya dalam rilisnya baru-baru ini,” papar dia.

Bahkan, lanjut Prabowo, angka ketimpangan lebih mengkhawatirkan lagi terjadi pada kepemilikan tanah. Tahun 2014 saja, satu persen populasi terkaya Indonesia itu sudah menguasai 75% tanah Indonesia dan sekarang, angkanya bisa dipastikan lebih besar lagi. Padahal, menurut Prabowo, kepemilikan tanah adalah kekayaan yang paling hakiki.

Pertahanan Negara

Dari sisi pertahanan negara, kemiskinan juga akan membuat bangsa ini lemah dan tidak bermartabat. Prabowo mengatakan kekuatan utama pertahanan negara terletak pada kemampuannya dalam membangun kekuatan ekonomi. Karena itu, ujar dia, kalau ingin menjadi bangsa yang kuat, harus memiliki ekonomi yang kuat.

“Bahwa semua perang yang terjadi di dunia, boleh punya sebab berbeda, tapi ujungnya adalah merebut sumber daya alam. Alasannya mereka membawa demokrasi, padahal mau merebut sumber daya alamnya. Itulah mengapa mereka masuknya ke Iran, Afganistan (negara kaya sumber daya alam), bukan ke Zimbabwe atau negara miskin lain karena tidak ada minyak, gas disana,” jelas dia.

Prabowo yang juga mantan Jenderal ini sangat prihatin menyaksikan bangsa Indonesia, negara yang kaya dengan sumber daya alam, tetapi rakyatnya miskin. Kondisi ini terjadi, karena kekayaan alam Indonesia sudah ratusan tahun (sejak zaman penjajahan sampai sekarang) berada di tangan bangsa lain.

Dalam bukunya ‘Paradoks Indonesia’ Prabowo mengungkapkan sebanyak 46,45% pengeluaran rata-rata per kapita orang Indonesia saat ini adalah untuk makanan.

Makanya, setiap terjadi kenaikan harga pangan bisa dipastikan banyak orang yang akan jatuh miskin. Karena itu, menjaga kestabilan pangan harus menjadi prioritas pemerintah yang berkuasa saat ini.

Menurut Prof. Dr. Budi Jatmiko dalam sambutannya, salah satu upaya untuk menciptakan bangsa yang bermartabat dan berkeadilan adalah dengan cara memilih pemimpin yang berakhlak baik. Karena itu, dia mengajak kepada masyarakat agar hanya memilih orang-orang baik sebagai pimpinannya di lingkungannya masing-masing, baik itu di kantor, kampus maupun di pemerintahan.

“Pilih pemimpin yang akhlaknya baik agar melahirkan produk-produk yang adil,” tutur dia. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita