Jumat, 17 September 2021

FPI Perintahkan Laskar Jaga Rumah Ibadah Usai Pemungutan Suara

FPI Perintahkan Laskar Jaga Rumah Ibadah Usai Pemungutan Suara

Foto: Laskar Pembela Islam. (Nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Suasana menjelang pemungutan suara pilkada DKI putaran kedua, Rabu (19/4) membuat semua pihak yang terlibat ingin mengambil peran untuk menyukseskannya dan memastikan pilkada berjalan aman dan damai.

Banner Iklan Swamedium

Salah satu pihak yang merasa bertanggung jawab akan terciptanya kondisi yang damai pada pilkada DKI adalah Laskar Pembela Islam (LPI) sebuah organisasi sayap Front Pembela Islam (FPI)

Melalui akun twitternya, @DPP_LPI meminta kepada semua jawara dan laskar untuk menjaga seluruh rumah ibadah yang ada di Jakarta usai pemungutan suara.

“Info untuk Jawara dan Laskar FPI di Jakarta: 19 April 2017, setelah pukul 13.00 wib, berkumpul di: 1. KPUD, 2. Semua Rumah Ibadah (Tanpa Terkecuali), 3. Kantor Kecamatan, 4. Pusat Perkantoran, 5. Kantor Pemerintahan, Kita Jaga Jakarta dari para perusuh dan pengkhianat yang ingin merusak DKI!,” cuitnya pada Selasa (18/4) malam.

Dalam cuitannya, LPI juga menjelaskan alasan mengapa mereka meminta para laskarnya untuk menjaga seluruh rumah ibadah.

“Karena kita khawatir akan ada fitnah utk kelompok Islamis, maka jaga dan amankan SEMUA tempat ibadah,” tegas mereka.

Selanjutnya, LPI meminta laskarnya agar tidak berkumpul di bundaran Hotel Indonesia karena menurut mereka akan ada skenario perusuh di sana.

“Ingat! Tidak boleh ada yang berkumpul di bundaran HI. Akan ada skenario perusuh disana, waspadai provokasi dan segala bentuk intimidasi,” cuitnya lagi,

LPI terakhir mengingatkan agar jawara dan laskar dapat menjaga emosi, mewaspadai provokasi dan intimidasi selama pemungutan suara berlangsung.

“Ingat, amankan Suara, tak perlu main SARA apalagi serang saudara. Jaga emosi, awas provokasi dan intimidasi. Amankan dari segala kecurangan!,” pungkas mereka. (ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita