Selasa, 19 Januari 2021

KSHUMI Minta Polri Tidak Diskriminatif dalam Pilkada DKI

KSHUMI Minta Polri Tidak Diskriminatif dalam Pilkada DKI

Foto: Foto: Bang Jafar, ACT dan TRC Perindo sudah mengawasi TPS 91 Apartmen City Park Cengkareng Timur (chaerudin/swamedium))

Jakarta, Swamedium.com — Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) menyayangkan sikap Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian soal larangan pengerahan massa ke Jakarta. Mereka menilai Kapolri telah melakukan tindakan diskriminatif.

Banner Iklan Swamedium

Miko Kamal, SH.,LL.M.,Phd, salah satu pengurus Dewan Pimpinan Pusat KSHUMI dalam relis yang diterima swamedium, menyebutkan adanya tindakan diskrimatif ketika melihat PDIP mengerahkan kadernya di seluruh Indonesia dan Satgas Cakrabuana ke Jakarta, tidak ada larangan dari Polri.

Perlakuan beda langsung ada saat umat Islam yang ingin ikut ke Jakarta dalam acara Tamasya Al Maidah. Kapolri mengeluarkan perintah kepada seluruh jajaran Kapolda di Jawa dan Sumatera untuk melarang mengerahkan massa dalam jumlah besar ke Jakarta.

“Untuk itu kami dari KSHUMI meminta Polri sebagai penegak hukum seharusnya bersikap profesional dan tidak diskriminatif terhadap sebagian warga negara,” kata Miko

“Kami juga meminta kepada Polri untuk mencabut maklumat tersebut karena telah melanggar konstitusi pasal 28E ayat (3) UUD 1945 dan mencederai rasa keadilan masyarakat,” tegasnya.

Rilis yang dibuat KSHUMI itu ditandatangani Dewan Pimpinan Pusat yang terdiri, Miko Kamal, Kamilov Sagala, SH,MH; Suharmansyah Piliang, SH, MH; D.Gunawan Harahap, SH, MH; dan Chandra Purna Irawan, SH,MH. (dr)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita