Minggu, 24 Januari 2021

Membangun Kesadaran Bersama

Membangun Kesadaran Bersama

Oleh: Prabowo Subianto*

Banner Iklan Swamedium

Jakarta, Swamedium.com — Pandangan Strategis Prabowo Subianto tentang Indonesia yang tertuang dalam buku berjudul ‘Paradoks Indonesia; Negara Kaya Raya, Tetapi Masih Banyak Rakyat Hidup Miskin’ ini mengungkapkan fakta-fakta yang mencengangkan dan sangat menyinggung rasa keadilan kita sebagai warga bangsa.

Karena itu, buah pikiran atau karya mantan jenderal, calon presiden tahun 2014 dan Ketua Umum Partai Gerindra ini akan ditampilkan di Swamedium.com secara berseri agar warga bangsa memahami kondisi dan permasalahan bangsa ini serta turut berjuang bersama menyelamatkan negara ini dari keterpurukan dan tragedi. Tulisan akan mengalami peringkasan demi efisiensi, tetapi diupayakan tidak mengubah maknanya. Seri pertama dimulai dengan mengupas tema,’Membangun Kesadaran Bersama.’

Ekonomi Milik Siapa?

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat besar. Namun, jika dulu kekayaan Indonesia hanya dinikmati oleh penjajah, sekarang kekayaan Indonesia hanya dinikmati oleh segelintir orang saja. Kita juga selamanya terancam hanya jadi negara berpenghasilan menengah karena strategi ekonomi kita saat ini gagal mengatasi middle income trap atau perangkap pendapatan menengah.

Adapun fakta-fakta yang harus diketahui oleh seluruh warga negara Indonesia berikut ini;

Fakta pertama, hampir setengah kekayaan Indonesia hanya dikuasai oleh 1% populasi terkaya. Bagaimana bisa ada kekayaan sebesar 11.000 triliun rupiah milik orang dan perusahaan Indonesia (jumlah tersebut 5x lebih banyak dari anggaran negara) parkir di luar negeri. Ini diakui oleh pemerintah saat ini. terbukti ada program amnesti pajak atau pengampunan pajak dengan harapan bisa menarik dana tersebut kembali ke tanah air.

Kedua, sebanyak 40% dari angkatan kerja hanya luluasan SD dan 1dari 5 anak Indonesia gagal tumbuh karena kekurangan gizi.

Ketiga, bangsa kita jauh tertinggal dari negara lain. Itulah alasannya mengapa perekonomian kita harus segera tumbuh dua kalilipat (di atas 10%) selama 12 tahun berturut-turut untuk bisa mengejar kemajuan bangsa lain.

Dari fakta tersebut diatas, Prabowo Subianto memberi penjelasan lebih detil terhadap keadaan berikut ini;

Ada 1% Orang Menguasai 49% Kekayaan (sumber; Credit Suisse Global Wealth Report, 2016).
Angka rasio gini Indonesia, menurut Credit Suisse adalah 0,49%. Artinya, 1% orang terkaya atau hanya 2,5 juta orang telah menguasai 49% kekayaan Indonesia.

Ada 29 Juta Orang Hidup Miskin (sumber; Badan Pusat Statistik, 2015)
Sebanyak 29 juta orang Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan yang ditetapkan pemerintah. Ini mencakup 8,3% penduduk kota dan 14,2% penduduk desa.

Ada 68 Juta Orang Indonesia Terancam Miskin (sumber; Bank Dunia, 2015)
Sebanyak 68 juta atau 26,9% dari orang Indonesia hidup kurang dari 50% diatas garis kemiskinan. Jika mereka mengalami masalah ekonomi, mereka bisa jatuh miskin dengan mudah.

Sebanyak 1% Orang Menguasai 72% Tanah (sumber; Konsorsium Pembaruan Agraria tahun 2014)
Rasio ketimpangan kepemilikan dan penguasaan tanah berdasarkan data Konsorsium Pembaruan Agraria tahun 2014 adalah 0,72. Artinya, 72% tanah kita hanya dikuasai oleh 1% orang terkaya.

Hidup Bangsa Kita Sudah Tergantung Pada Utang

Saat ini, secara ekonomi, bangsa ini sudah tidak mampu berdiri diatas kaki sendiri. Hidup bangsa ini sudah bergantung pada utang. Bahkan, untuk membayar sebagian dari belanja negara dan bunga utang yang jatuh tempo di tahun 2017, negara harus mencetak utang baru lagi sebanyak Rp530 triliun.

Saat ini, beban utang juga sudah mengurangi kemampuan negara untuk membiayai program-program kesejahteraan rakyat. Padahal, pembangunan manusia haruslah menjadi prioritas utama bagi sebuah negara. Negara juga haeus menjamin setiap warga negara bisa memiliki pendidikan yang baik, bisa hidup di lingkungan yang baik, bisa mendapat pelayanan kesehatan yang baik dan bisa bekerja menafkahi keluarganya.

Karena itu, negara harus hadir memastikan tersedianya kesempatan bagi setiap warga untuk berwirausaha baik secara kolektif atau berwirausaha sendiri sendiri. Kita juga perlu mengejar ketertinggalan bangsa kita dengan bangsa lain dalam menyejahterakan rakyatnya.

Untuk mencapai semua cita-cita tersebut tidak mudah, sehingga kita harus berjuang bersama-sama melawan neo kolonialisme, sistem kapitalisme dan bonekanya. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui bagaimana keadaan bangsa Indonesia saat ini.

Pertanyaannya, apakah dalam mengelola negara ini, kita sudah berada di jalan yang benar atau keliru? Kita sekarang berada di jalan yang keliru, bahkan menuju negara yang gagal.

*Penulis adalah Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita