Selasa, 19 Januari 2021

Aura Rivalitas Pilkada DKI Jakarta akan Pindah ke Pilkada Jabar

Aura Rivalitas Pilkada DKI Jakarta akan Pindah ke Pilkada Jabar

Jakarta, Swamedium.com — Pilkada di Ibu Kota Republik ini baru saja usai. Kita semua bersyukur Pilkada di DKI Jakarta berjalan dengan aman damai dan tertib, meskipun tensi Pilkada DKI kali ini sangat panas dan bahkan memberi aura ke daerah lain di Indonesia. Pilkada yg berjalan dua putaran menunjukkan rivalitas yang cukup tinggi untuk memperebutkan kursi DKI 1 dan 2.

Banner Iklan Swamedium

Berdasarkan hasil Quick Qount (QC) yg dirilis oleh berbagai lembaga survey, DKI Jakarta akan memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur Baru yaitu dari pasangan nomor urut 3 (Anies Baswedan dan Sandiaga Uno). Data QC menunjukkan perolehan suara untuk Paslon nomor urut 2 adalah berkisar antara 56 – 57 % dan untuk pasangan petahana berkisar antara 42 – 43 %.

Bahkan dari data Real Qount berdasarkan entry data model C1 yang dirilis oleh KPUD DKI Jakarta pukul 08.08 pagi ini suara pasangan Anis – Sandi masih unggul dengan perolehan sementara 56,41 % dan pasangan Ahok-Djarot memperoleh suara smeentara 43,59 % dengan persentase data yang masuk 54,4 %.

Aroma kemenangan pasangan Anis-sandi sudah sangat menyengat ke seantero Indonesia dan sudah menjadi isu nasional sehingga jadi topik pembicaraan mulai dari social media hingga ke warung kopi.

Kemenangan pasangan Anis-Sandi dengan angka yang cukup meyakinkan menjadi pukulan telak bagi partai pengusungnya yaitu PDI-P, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura, PKB dan PPP. Koalisi yang cukup gemuk ini masih belum mampu meng-endorse Ahok–Djarot untuk menduduki kembali tampuk pimpinan DKI Jakarta.

Kemenangan pasangan Anis-Sandi merupakan pesta besar Partai Gerindra dan PKS yang telah solid berkoalisi semenjak kekalahan Prabowo Subianto pada Pilpres 2014 yang lalu. Sementara itu PDI-P sebagai partai pemenang Pemilu 2014 seperti dipermalukan pada pertarungan Pilkada DKI Jakarta kali ini.

Seperti diungkapkan oleh Ketua Pusat Kajian Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung , Dr. Dzulkiah, M.Si.

“PDIP akan bertarung habis-habisan pasca kekalahan telaknya di DKI Jakrta, Jawa Barat akan mewarisi aura rivalitas tersebut” ujarnya saat diwawancarai swamedium.com di ruang kerjanya.

Aura Rivalitas yang sengit di Pilkada DKI diyakini akan berpindah ke Pilkada Jabar yang akan dilaksanakan pada tahun 2018. Hal tersebut disebabkan oleh jarak geografis yang besebelahan, elit partai yang sama (PDIP vs Gerindra), Penempatan Elit menuju pilpres tahun 2019 karena Propinsi Jawa Barat termasuk Lumbung Suara dg jumlah DPT pada Pilpres 2014 yang lalu 33juta pemilih (Terbesar se Indonesia). Jika dibandingkan dengan DPT di DKI Jakarta diperoelh rasio sekitar 1 : 5. Terlebih lagi di Pilkada gubernur sebelumnya PDI-P bersama koalisinya juga kalah.

Hal ini akan berakibat langsung kepara resources yang musti dipersiapkan oleh elite yang akan bertarung di Pilkada Jabar tahun 2018 ini. PDI-P sebagai partai pemenang pemilu tentu tidak mau kehilangan muka untuk yang ketiga kalinya pasca kekalahannya di Pilkada Propinsi Banten dan DKI Jakarta yang nota benenya cukup krusial sebagai anak tangga menuju Pemilu 2019. (avid)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita