Minggu, 25 Juli 2021

Panitia Pengadaan e-KTP Akui Pernah Antar Uang Ke Perumahan DPR

Panitia Pengadaan e-KTP Akui Pernah Antar Uang Ke Perumahan DPR

Foto: ilustrasi fakta-fakta sidang korupsi e-KTP. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Ketua Panitia Pengadaan e-KTP, Drajat Wisnu Setyawan mengaku pernah mengantarkan uang ke kompleks perumahan DPR. Tetapi, kepada siapa uang tersebut diberikan, Drajat tidak tahu.

Banner Iklan Swamedium

Hal itu diungkapkan Drajat saat bersaksi dalam persidangan perkara korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (20/4).

“Pernah sekali di kompleks DPR,” ujar Drajat saat menjawab pertanyaan Jaksa.

Dirinya hanya menyebutkan, disuruh oleh Irman yang saat itu menjabat Dirjen Dukcapil Kemdagri.

“Saya cuma diminta antar. Mungkin istrinya pak, karena telepon Pak Irman,” sebutnya.

“Orang disampaikan tidak ada namanya siapa?” tanya jaksa.

“Tidak pak, tidak tahu,” jawab Drajat.

Drajat mengaku hanya diberikan alamat tujuan pengantaran uang. Namun siapa pihak penerimanya, Drajat tak pernah tahu. Dia juga sudah lupa blok rumah kompleks DPR yang didatanginya.

“Saya juga tidak tahu jabatannya, dikasih alamatnya,” ujar Drajat.

“Saya kasih tahu nama Ade Komarudin? Benar itu namanya ingat nggak?” tanya jaksa.

“Saya tidak tahu itu rumah Ade Komarudin,” katanya.

“Tahu itu istri anggota DPR?” tanya jaksa.

“Saya tahu beliau telepon Pak Irman,” jawab Drajat.

Dalam kasus ini, jaksa pada KPK mendakwa Irman dan eks Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sugiharto melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2013.

Penyimpangan pengadaan e-KTP dimulai dari proses anggaran, lelang, hingga pengadaan e-KTP. Dalam perkara ini, Irman didakwa memperkaya diri sebesar Rp 2.371.250.000, 877.700 dolar AS, dan 6.000 dolar Singapura.

Sedangkan Sugiharto memperkaya diri sejumlah 3.473.830 dolar AS. Dalam surat dakwaan, Drajat disebut jaksa menerima 615 ribu dolar AS dan Rp25 juta. (JM)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita