Minggu, 29 November 2020

Ini Cerita Anies Kepada Jamaah Masjid Sunda Kelapa

Ini Cerita Anies Kepada Jamaah Masjid Sunda Kelapa

Jakarta, Swamedium.com— Datang menghadiri “tasyakuran” yang digelar oleh relawan Sunda Kelapa dan 16 simpul relawan lainnya, yang bertempat di Masjid Agung Sunda Kelapa jalan Taman Sunda Jelapa Nomor 16, Menteng, Jakarta Pusat, Anies Rasyid Baswedan dalam sambutabnya mengungkapkan rasa syukur di hadapan ratusan jamaah yang hadir dan telah memilihnya.

“Ini tanda tanda kemenangan warga jakarta yang menginginkan perubahan,” ungkap pria berumur 47 yang kemudian disambut semarak oleh jamaah yang hadir.

Ia bercerita mengenai suka duka selama kurang lebih 7 bulan mengikuti agenda pesta demokrasi pilkada DKI Jakarta. Ia bercerita awal mula menjadi bakal calon gubernur, yang bermula dari sakit demam berdarah dengue (DBD) sebelum keberangkatannya pergi berkunjung ke New York, Amerika Serikat, kemudian ia diharuskan untuk rawat inap di salah satu Rumah Sakit Jakarta, ia melanjutkan bahwa jika nyamuk sekecil itu dapat merubah nasib orang, sampai mengantarkan nya menuju kemenangan pada perebutan kursi DKI 1.

“Ada komponen lain yang tak tertandingi yakni pertolongan Allah SWT dan berkat kekuatan doa yang memenangkan saya dan warga Jakarta. Ini merupakan sebuah gerakan bukan sekadar yang dikerjakan oleh Anies dan Sandi semata, namun wujud kerja begitu banyak orang yang menginginkan perubahan,” tuturnya.

Selama 7 bulan pula ia juga melihat potret sisi lain dari muka suram ibu kota yang selama ini ia tidak ketahui seperti kemiskinan, kampung kumuh, polusi, air yang beraroma tidak sedap yang didapat dari warga ibu kota.

“Tujuh bulan ini saya blusukan dan melihat potret yang tidak biasa yang sama sekali belum pernah saya lihat,” ujar Anies.

Di akhir pidatonya, Anies menjelaskan tentang falsafah salam bersama, yang dahulu pernah dicontohkan oleh Bung Karno saat memperjuangkan kemerdekaan Rakyat Indonesia. Setiap bertemu dengan kawan seperjuangan, Bung Karno selalu mengangkat tangan kanannya dengan tangan terbuka dan merupakan pekik perjuangan menuju kemerdekaan bangsa Indonesia, tambah nya.

“Fase baru telah dimulai, sekarang ini bukan lagi salam tiga jari, tapi salam bersama, angkat tangan kanan dengan tangan yang terbuka untuk mengucapkan salam bersama yang merupakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (Jok)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.