Kamis, 24 September 2020

MUI: Sistem Ekonomi Kapitalis Sampingkan Aspek Kebermanfaatan

MUI: Sistem Ekonomi Kapitalis Sampingkan Aspek Kebermanfaatan

Foto: Sistem ekonomi Indonesia saat ini telah jauh dari nilai-nilai Pancasila. Hal tersebut diucapkan oleh Sekjen Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas dalam rangkaian acara Kongres Ekonomi Umat, di Jakarta, Sabtu (22/4). (Ima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com— Sistem ekonomi Indonesia saat ini telah jauh dari nilai-nilai Pancasila. Hal tersebut diucapkan oleh Sekjen Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas dalam rangkaian acara Kongres Ekonomi Umat, di Jakarta, Sabtu (22/4).

Terjadinya konglomerasi yang berakibat pada kesenjangan sosial merupakan buah dari tidak adanya sistem perekonomian nasional, parahnya hal tersebut berujung pada angka kemiskinan yang semakin besar.

“Belum adanya Undang-Undang perekonomian nasional akibatnya kehidupan ekonomi terseret liberalisme, ekonomi yang individualis, konglomerasi, dan menyingkirkan aspek kebermanfaatan,” tandasnya.

Padahal ideologi Pancasila dinilai tidak bertentangan dengan nilai-nilai ekonomi keumatan, karena mengedepankan keyakinan terhadap nilai ketuhanan disusul dengan kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.

“Apakah umat Islam dilematis? Tidak. Ekonomi pancasila ini sebenarnya tidak menjadi masalah karena menjadi sistem dan paradigma ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai Islam,” lanjut Anwar.

MUI berharap pemerintah mulai menyusun sistem ekonomi Pancasila yang bukan hanya mengutamakan aspek bisnis dan keuntungan melainkan juga aspek kebermanfaatan.

“Kebijakan ekonomi yang harus dibuat oleh pemerintah dalam sistem ekonomi Pancasila itu adalah kebijakan ekonomi yang bersifat prikemanusiaan, persatuan, pro rakyat, kesejahteraan rakyat dan pro kepada yang tertindas,”tutup Anwar. (Ima)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.