Kamis, 13 Mei 2021

Pengakuan Brigadir K yang Menembaki Mobil Pakai Senpi SS1-V2 Secara Brutal

Pengakuan Brigadir K yang Menembaki Mobil Pakai Senpi SS1-V2 Secara Brutal

Foto: Brigadir K Yang Menembaki Mobil Pakai Senpi SS1-V2 Secara Brutal (ist)

Lubuk Linggau, Swamedium.com – Brigadir K menjadi perhatian netizen setelah melakukan penembakan dalam mobil yang berisi delapan orang di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Kepolisian, DPR RI, Ombudsman, Komnas Anak dan HAM, Kontras hingga pengamat lainnya sudah bicara soal insiden yang menewaskan satu orang dan membatalkan rencana menghadiri pesta pernikahan itu.

Banner Iklan Swamedium

Penggunaan senjata laras panjang SS1-V2 (Senapan Serbu Versi 2 buatan Pindad) oleh Brigadir K menjadi salah satu hal yang dikritik. Apalagi senjata tersebut digunakan untuk melakukan razia kendaraan.

“(Penggunaan senpi laras panjang) tidak wajar dalam sebuah razia lalu lintas,” ujar pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar, Kamis (20/4).

Sementara, anggota Komisi III DPR dari PPP, Arsul Sani, menyayangkan penembakan yang dilakukan oleh Brigadir K. Arsul mempertanyakan keputusan polisi tersebut yang lebih memilih menembak kaca ketimbang ban mobil saat itu.

“Kenapa kaca, bukan ban? Apakah polisi sudah lama tidak latihan menembak. Kenapa bukan bawahnya mobil yang ditembak?,” kata Arsul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

“Penembakan mobil, Komisi III menyepakati, kebetulan minggu depan akan ada raker dengan Kapolri, itu akan jadi pokok agenda raker. Kami berpandangan diskresi aparat kepolisian di lapangan dengan menembak, kalau kita lihat posisi peluru dan segala macam, bukan diskresi yang pas,” sebutnya.

Pengakuan Brigadir K

Brigadir K, anggota Polres Lubuklinggau, Sumatera Selatan, yang menembaki mobil Honda City dan mengakibatkan 1 orang tewas elah ditetapkan sebagai tersangka. Pada Jumat (21/4) kemarin dia buka suara soal alasan menembaki mobil tersebut.

“Pengakuannya, dia ingin menghentikan mobil itu,” kata Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto via telepon, Jumat (21/4) malam.

Ternyata, kata Agung, sampai beberapa kali tembakan, mobil Honda City yang ditumpangi 8 orang tak juga berhenti. Akhirnya dengan menggunakan senjata laras panjang, Brigadir K terus menembak hingga 7 kali.

Peluru Brigadir K menyasar ke mana-mana. Salah satu penumpang, Surini (54) tewas dengan luka tembak di dada, perut, dan paha. Sedangkan beberapa penumpang lain terluka, termasuk satu anak berusia 3 tahun yang terkena rekoset (pantulan) peluru.

Penembakan Mobil, Keputusan yang Terlalu Cepat

Seementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, keputusan dari Brigadir K untuk menembak mobil yang bermuatan enam orang itu dianggap terlalu cepat.

“Karena memang perlu diteliti dulu apakah yang ada di mobil itu merupakan ancaman atau pelaku kejahatan apakah tidak. Nah di situ poinnya yang diperdalam nantinya dan dalam kaitan meneliti hal itu,” sambungnya.

Dalam kasus ini, lanjut Rikwanto, Polda Sumsel telah melakukan rekonstruksi agar detail peristiwanya.

“Sudah ada korban tentunya ini kita sayangkan dan sesalkan dan kita minta maaf dalam kaitan itu dan anggota yang melakukan hal tersebut dilakukan pemeriksaan,” tukas dia.

Seperti diketahui, dalam razia lalu lintas yang dilakukan Polres Lubuk Linggau, Selasa (18/4), satu mobil, Honda City bernopol BG 1488 ON menerobos razia di Jalan Lingkar Selatan, Lubuk Linggau. Mobil itu sempat menabrak mobil polisi.

Hal itu membuat petugas mengejar mobil tersebut. Mobil itu berhasil disusul di Jalan HM Soeharto, Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. Saat itulah, polisi menembak mobil yang berisikan satu keluarga dengan 7 penumpang. Satu orang tewas di lokasi dan lima orang kritis akibat dihujani tembakan. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

1 Comment

  1. MZ_Habiby

    Sangat di sayangkan dan d sesalkan karena senjata juga pelurunya d beli dengan uang rakyat tapi malah d pakai tuk menembak n m’bunuh rakyatnya sendiri dlm kondisi aman bkn dlm keadaan darurat

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita