Jumat, 25 September 2020

Presiden Minta Kongres Ekonomi Umat Bahas Redistribusi Aset

Presiden Minta Kongres Ekonomi Umat Bahas Redistribusi Aset

Foto: Presiden RI Joko Widodo menghadiri Kongres Ekonomi Umat yang diadakan oleh MUI. (Ima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meminta Kongres Ekonomi Umat membahas tentang redistribusi aset secara detil agar bisa menjadi masukan untuk pemerintah.

Sebab, kebijakan pemerataan ekonomi yang akan dikeluarkan pemerintah, antara lain tentang redistribusi aset dan reformasi agraria. Dalam kesempatan itu Jokowi mengungkapkan beberapa target yang harus diselesaikan oleh menteri-menterinya di tahun 2017.

“Kita akan keluarkan kebijakan pemerataan ekonomi yang isinya banyak hal yaitu diantaranya redistribusi aset dan reformasi agraria,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan saat ini di Indonesia terdapat 126 juta bidang tanah, namun baru 46 juta aset yang bersertifikat. Kebanyakan merupakan di daerah-daerah terpencil yang akses birokrasinya sulit, sehingga menjadi pekerjaan yang berat untuk mengurus sertifikat tanah. Selain itu, biaya pengurusannya juga terbilang cukup mahal.

“Ada 6 persen bidang tanah di negara yang belum disertifikasi, terutama di daerah. Karena belum punya biaya untuk mengurus sertifikat. Selain itu, posisi tanahnya juga tidak baik untuk pemukiman, kebun, maupun usaha,” jelas Jokowi.

Jokowi menargetkan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang RI untuk mengeluarkan 5 ribu sertifikat tanah di tahun 2017.

“Saya menargetkan menteri agraria, saya beri target 5 juta sertifikat harus keluar. Tahun depan 7 juta. Tahun 2019, 9 juta sertifikat untuk rakyat, petani, buruh, nelayan, tukang becak. Ini akan terus dilakukan,” tambah Jokowi.

Jokowi mengeluhkan lambannya pertumbuhan sertifikasi selama ini. Sebab sertifikasi dinilai mampu menjadi salah satu alternatif bagi umat untuk mengakses lembaga keuangan.

“Kalau tiap tahun hanya 400 akan berapa puluh tahun persertifikatan bisa selesai? Akibatnya rakyat tidak bisa mengakses keuangan karena dengan (sertifikat) itulah rakyat bisa mengakses lembaga keuangan,” jelasnya. (Ima)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.