Senin, 21 September 2020

Rekam Jejak JPU yang Menuntut Hukuman Percobaan Buat Ahok

Rekam Jejak JPU yang Menuntut Hukuman Percobaan Buat Ahok

Foto: Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum Ali Mukartono usai sidang tuntutan Ahok. (Yoga/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Keputusan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan oleh Ali Mukartono yang menuntut Ahok dengan penjara selama 1 tahun dan masa percobaan 2 tahun rupanya menarik perhatian publik.

Tuntutan tersebut rupanya merujuk pada pasal 156 dan bukan pada pasal 156a terkait dengan penodaan agama, akibatnya Ali selaku ketua tim JPU kasus penistaan agama, di bully oleh para warganet.

Dari Kasus Cicak-Buaya Sampai Mencibir KPK

Dari 13 JPU yang menjadi penuntut umum dalam persidangan Ahok, empat orang di antaranya pernah muncul di media dalam ragam pemberitaan.

Ali Mukartono, misalnya, adalah mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu yang pernah menjadi Ketua Tim Jaksa Peneliti kasus yang menjerat Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto, pada 2009 silam. Kasus itu dulu dikenal sebagai kasus Cicak vs Buaya.

Kala itu, Ali ditugaskan Kejaksaan menjadi jaksa peneliti dan jaksa penuntut umum dalam perkara dugaan pemerasan serta penyalahgunaan wewenang dengan tersangka Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

Perkara itu menjadi polemik panjang di masyarakat dan baru berakhir setelah Kejaksaan menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP).

Dari hasil penelusuran ternyata Ali ditengarai memiliki sebuah akun media sosial twitter dengan menggunakan nama dan fotonya sendiri.

Di akun tersebut, Ali terakhir mengunggah pada tanggal 17 Desember 2016. Dan unggahannya hanya sebanyak lima kali dan salah satunya adalah, terkait dengan tragedi di tanah suci Mekkah ketika salah satu alat berat mengalami kecelakaan.

”Turut berduka cita atas tragedi mina. Kalau obyek penyelenggaraan haji dipindah ke Indonesia, Insha Allah, aman!,” cuit akun @alimukartono pada tanggal 25 September 2015.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.