Rabu, 12 Mei 2021

Ribuan Warga di Wilayah Konflik Aleppo Suriah Diungsikan

Ribuan Warga di Wilayah Konflik Aleppo Suriah Diungsikan

Foro: Ribuan warga diungsikan di wilayah konflik Aleppo Suriah. (ist)

Aleppo, Swamedium.com– Sebanyak 8.000 penduduk desa Fouaa dan Kefarya dan hampir 3.000 penduduk dari Zabadani, Madaya, dan daerah sekitarnya yang berada di wilayah konflik Suriah diungsikan. Mereka merupakan bagian pertama dari proses evakuasi.

Banner Iklan Swamedium

Sesuai kesepakatan, warga yang berada di wilayah konflik dan pro pemerintah diberi waktu keluar dari wilayah itu dalam kurun waktu 60 hari.

Militer Suriah mengatakan 46 bus yang membawa penduduk Fouaa dan Kefarya telah tiba di Jibreen, di daerah pinggiran Aleppo, pada Jumat (21/4). Sedangkan, sekitar 15 bus yang membawa penduduk dari daerah Zabadani telah diberangkat ke Idlib.

Juru bicara pemberontak dari kelompok Ahrar al-Sham, Mohammed Abo Zayed, mengatakan fase pertama diakhiri dengan kesepakatan untuk membebaskan 500 tahanan dari penjara pemerintah Suriah. Para tahanan tiba di sebuah daerah yang dikuasai pemberontak di dekat Kota Aleppo, pada Jumat (21/4).

“Sebanyak 250 tahanan lainnya akan dilepas dalam 10 hari ke depan”, kata Zayed, dikutip Aljazeera

Media Suriah menyatakan kelompok bersenjata tidak lagi berada di Zabadani dan Madaya, daerah yang telah dikuasai pasukan pemerintah setelah evakuasi. Militer Suriah juga mengatakan mereka telah menghancurkan sebuah terowongan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut.

Madaya dan Zabadani hancur berantakan di bawah pengepungan pemerintah. Warga kedua kota tersebut memberontak melawan otoritas Damaskus pada 2011 untuk menuntut berakhirnya pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Selama terkepung, penduduk setempat kehabisan bahan pangan dan terpaksa berburu hewan pengerat dan memakan dedaunan untuk bertahan hidup. Foto anak-anak malnutrisi juga telah mengejutkan dunia. Kendati demikian, pemerintah setempat terus melanjutkan pengepungan.

Di Suriah utara, warga sipil di Fouaa dan Kefraya hidup di bawah hujan roket dan mortir. Mereka mendapat pasokan makanan dan obat-obatan dari militer.

Penasihat kemanusiaan PBB di Suriah, Jan Egeland, mengatakan kesepakatan evakuasi tahun ini memindahkan lebih banyak penduduk daripada tahun sebelumnya. Akan tetapi, evakuasi tampaknya lebih karena prioritas militer daripada karena rasa kemanusiaan. (*/d)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita