Rabu, 30 September 2020

Polisi Akan Menindak Distributor dan Pedagang yang Mainkan Harga Sembako

Polisi Akan Menindak Distributor dan Pedagang yang Mainkan Harga Sembako

Jakarta, Swamedium.com- Menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri, harga bahan sembilan kebutuhan pokok (sembako) selalu melonjak. Mengantisipasi adanya permainan harga, Badan Reskrim Mabes Polri akan menindak distributor dan pedagang yang memainkan harga tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto di Gedung sementara Bareskrim Polri, Sabtu, (22/4) kemarin.

Menurut Ari, kelangkaan barang, gejolak harga serta hambatan lalu lintas perdagangan menjadi perhatian khusus Badan Reserse Kriminal Polri. Pihaknya, juga telah melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait lainnya.

“Untuk itu, jika terjadi lonjakan yang tidak wajar dikemudian hari dan dimainkanya melalui spekulasi harga dari pengusaha, maka Bareskrim akan menjeratnya,” kata Komjen Pol Ari Doni Sukmanto.

“Permendag Nomor 63/M-DAG/PER/9/2016 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen merupakan panduan dalam penentuan harga kepatutan yang wajar. Jika terjadi lonjakan harga yg tidak wajar, maka sudah dapat dikatakan sebagai pelanggaran hukum atau perbuatan pidana, dan kami akan melakukan langkah-langkah penegakan hukum,” tegas ari.

Kepala Bareskrim ini berharap, peristiwa kenaikan harga-harga bahan pokok yang sering terjadi disetiap tahunnya bisa teratasi.

“Presiden Jokowi telah mengarahkan dan menekankan bahwa pemerintah jangan hanya fokus pada urusan ketersediaan bahan pokok saja, tapi juga harus bisa memastikan, harga bahan pokok tersebut tidak melonjak seperti yang terjadi pada tahun lalu. Janji bahwa harga gula pasir sebesar Rp. 9.800 dan harga daging sapi Rp. 80.000, mesti terwujud,” ungkapnya lagi.

Berdasarkan fakta-fakta penyelidikan dilapangan, harga pangan menjelang puasa mengalami gejolak, karena belum ditemukannya payung hukum tentang harga eceran tertinggi dari Kemdag RI, yang ada hanya MoU antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dengan distributor. Lalu belum adanya pengaturan tentang HET, khususnya untuk harga daging segar serta sulitnya membedakan daging sapi beku dan daging kerbau beku. (yog)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.