Rabu, 27 Januari 2021

Bersamaan Sidang Ahok 25 April, Polisi Panggil Habib Rizieq dan Istri

Bersamaan Sidang Ahok 25 April, Polisi Panggil Habib Rizieq dan Istri

Foto: Aksi 212 yang menuntut ditegakkannya keadilan terhadap terdakwa pelaku penistaan agama. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Beredar kabar Polda Metro Jaya akan memanggil Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. Dalam pemanggilan tertanggal 25 April 2017 itu, istri Habib Rizieq, Ummi Syarifah pun turut dipanggil.

Banner Iklan Swamedium

Dalam pemanggilan kali ini, Habib Rizieq akan dipanggil sebagai saksi terkait kasus dugaan percakapan tidak senonoh antara dirinya dengan pengusaha Firza Husein beberapa waktu lalu.

“Kasus dengan Firza masih pemeriksaan ahli digital forensik, apakah foto itu benar atau tidak. Kemudian akan ditingkatkan apakah akan ada tersangka atau tidak,” ujar Kapolri Tito Karnavian saat rapat kerja dengan Komisi III DPR, Rabu (22/2) lalu.

Swamedium.com mencoba melakukan konfirmasi tentang kabar pemanggilan Habib Rizieq dan istri oleh Polda Metro Jaya, sumber di FPI membenarkan hal tersebut.

“Betul. Beliau (Habib Rizieq) dan istrinya, alasan sebagai saksi katanya (Polda),” jawabnya melalui keterangan tertulis kepada swamedium.com, Senin (24/4).

Namun ia tidak menyebutkan Habib Rizieq dipanggil untuk saksi kasus yang mana.

“Beliau (Habib Rizieq) hanya bilang,”untuk perkara-perkara saya,”, nggak mendetail beliau jelaskannya,” ujarnya lagi.

Ketika ditanya apakah pemanggilan Habib Rizieq tersebut sebagai bentuk “penggembosan” terhadap rencana aksi umat Islam yang akan menggelar aksi pada sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Ahok, Selasa (25/4) besok, sumber tersebut mengiyakan.

“Paham lah kenapa dipanggilnya bertepatan tanggal 25,” jawabnya singkat.

Sekadar diketahui, pada Selasa (25/4) akan kembali digelar sidang lanjutan kasus penistaan agama dengan terdakwa Ahok dengan agenda pembacaan pleidoi (pembelaan) dari pihak terdakwa. Umat Islam berencana akan menggelar aksi besar-besaran untuk mengawal sidang tersebut dan meminta majelis hakim menjatuhkan vonis lebih berat dari tuntutan (ultra petitum).

Pada sidang pekan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum mengenakan tuntutan 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun, yang artinya jika terdakwa tidak melakukan tindak pidana selama 2 tahun maka terdakwa tidak dipenjara. (ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita