Rabu, 30 September 2020

DJP Bisa Sita Aset Penunggak Pajak

DJP Bisa Sita Aset Penunggak Pajak

Foto: Ilustrasi penyitaan aset wajib pajak. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Peringatan untuk para penunggak pajak. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan melakukan penyitaan terhadap aset wajib pajak (WP) yang menunggak pajak. Penyitaan aset ini adalah tindakan penegakkan hukum terhadap WP yang lalai atau berniat lalai membayar pajak.

“Utang pajak tidak dilunasi, aset wajib pajak disita. DJP (Direktorat Jenderal Pajak) secara tegas melaksanakan penegakan hukum terhadap Wajib Pajak yang tidak memenuhi kewajiban perpajakannya,” kata Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Gorontalo dan Maluku Utara (Suluttenggomalut) F N Rumondor di Manado.

Penyitaan aset wajib milik pajak itu telah dilakukan DJP, antara lain di Gorontalo, Manado, baru-baru ini.

Direktorat Jenderal Pajak dalam hal ini Kantor Pelayanan Pajak Pratama Gorontalo melakukan penyitaan terhadap aset PT BJG, salah satu Wajib Pajak di wilayah Gorontalo yang tidak melunasi utang pajaknya.

“Wajib Pajak tersebut telah menunggak utang pajak sebesar Rp1,1 M sejak tahun 2015,” katanya.

Sebelum dilakukan penyitaan aset Wajib Pajak tersebut, DJP telah dilaksanakan kegiatan penagihan aktif sejak tahun 2015, tetapi utang pajaknya masih belum dilunasi secara keseluruhan.

Meskipun telah disita asetnya, katanya, Wajib Pajak masih memiliki kesempatan 14 hari setalah dilaksanakan penyitaan untuk melunasi utang pajaknya, sebelum aset yang telah disita tersebut akan diproses untuk dilelang.

Penyitaan aset ini menjadi tindakan penegakan hukum terhadap Wajib Pajak yang lalai dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Diharapkan juga menjadi tanda peringatan bagi para Wajib Pajak yang belum atau berniat lalai dalam menjalankan kewajiban perpajakannya. (republika.co.id)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.