Minggu, 24 Januari 2021

GAPKI Minta Pemerintah Satu Suara Tolak Resolusi Sawit Dari Uni Eropa

GAPKI Minta Pemerintah Satu Suara Tolak Resolusi Sawit Dari Uni Eropa

Jakarta, Swamedium.com – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indoensia (GAPKI) meminta pemerintah dan legislatif Indonesia satu suara menolak resolusi sawit parlemen Uni Eropa karena merugikan industri sawit nasional. Parlemen Uni Eropa itu rencananya akan berkunjung ke Indonesia pada pertengahan Mei ini.

Banner Iklan Swamedium

Ketua GAPKI Joko Supriyono berharap pemerintah dan legislatif satu suara menolak resolusi sawit parlemen Uni Eropa. Penolakan ini merupakan satu sikap tegas kedua lembaga untuk melindungi sawit sebagai komoditas strategis Indonesia.

“Sawit ini kepentingan nasional, selayaknya pemerintah dan masyarakat membela sawit yang telah berkontribusi terhadap perekonomian maupun pengentasan kemiskinan di Indonesia,” katanya melalui siaran resmi, Ahad (23/4).

Joko menilai tuduhan yang ditujukan kepada industri sawit dan berujung dengan adanya resolusi Parlemen Eropa tersebut merupakan kepentingan politik semata untuk mendiskriminasi industri sawit. Meski hal tersebut tidak berpengaruh terhadap ekspor saat ini, namun stigma negatif dari resolusi tersebut dapat mengundang negara-negara lain untuk melakukan hal serupa, terutama di negara Eropa dan Amerika.

Joko mengatakan, diskriminasi sawit tersebut tampak dalam beberapa isu, termasuk sertifikasi tunggal yang berlaku bagi minyak sawit dan tidak berlaku bagi minyak nabati lain di dunia.

Dia menambahkan Indonesia telah memiliki sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) resmi dari pemerintah. Sertifikat tersebut memastikan pengusaha sawit tanah air mampu menjalankan perkebunan berkelanjutan.

“Kita akan teruskan dan sempurnakan ISPO sebagai bukti komitmen kita terhadap keberlanjutan industri ini,” ujar Joko.

Sebelumnya, San Afri Awang, Dirjen Planologi dan Kehutanan Kementerian LHK, mengatakan data yang disajikan Eropa tidak valid dan berat sebelah. Sebagai contoh berdasarkan data Komisi Uni Eropa laju deforestasi global dalam 20 tahun terakhir mencapai 239 juta hektare.

Dari data tadi, penyebab utama deforestasi sekitar 50 juta dari sektor peternakan. Lahan kedelai 13 juta hektare. Berikutnya, jagung menyumbang 8 juta hektare.

“Sedangkan deforestasi dari sawit sekitar 6 juta hektare atau 2,5%. Itu sebabnya, minyak sawit bukan penyebab utama deforetasi seperti dikatakan Eropa,”kata San Afri. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita