Rabu, 30 September 2020

Mencegah Tragedi Indonesia

Mencegah Tragedi Indonesia

Oleh: Prabowo Subianto

Walaupun kita menghadapi banyak kesulitan, saya melihat Indonesia masih ada harapan, Kekayaan alam kita begitu luar biasa. Dengan manajemen yang tepat, kita bisa cepat bangkit.

Potensi Kita : Pangan dan Agroindustri

Pangan ini adalah masalah hidup mati suatu bangsa.Kita bisa hidup tanpa gedung pencakar langit. Kita bisa hidup tanpa mobil-mobil. Namun, kita tidak bisa hidup tanpa pangan, tanpa beras, tanpa jagung, tanpa singkong dan sebagainya.

Jadi kita harus memandang pangan ini strategiss. Siapapun yang mau memimpin negara ini, harus memandang pangan ini sangat strategis. Jangan kita impor pangan, supaya bangsa kita tidak tergantung pada siapapun. Kalau kita bergantung impor, begitu mata uang kita melemah, akan sangat mahal beli barang impor dan rakyat bisa tidak makan.

Kita punya lahan cukup banyak. Kita punya ekosistem dan ecoclimate yang sangat cocok untuk pertanian. Yang jelas, kita ini negara tropis. Sepertiga dunia adalah negara tropis dan Indonesia menempati sepertiga dari zona tropis dunia. Di zona tropis ini, kita bisa panen tiga kali dalam setahun. Kalau negara-negara non tropis hanya bisa satu kali.

Dari dulu, bangsa-bangsa lain datang ke kita dan mengambil kekayaan kita, seperti rempah-rempah, kopi, karet dan teh. Kita memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Kita harus memanfaatkan keunggulan ini. Ketahanan dan kekuatan ekonomi kita berada di sektor pertanian, kehutanan dan sebagainya. Inilah yang seharusnya kita kelola.

Potensi Kita: Pasar Domestik Yang Besar

Dengan populasi 250 juta orang, Indonesia adalah pasar yang sangat besar dan menarik. Dengan jumlah yang sedemikian besar, sebenarnya hampir semua industri bisa berkembang pesat walaupun hanya menjual produk dan jasanya untuk pasar Indonesia. Misalnya, setiap orang Indonesia butuh pakaian. Jika setiap orang beli satu celana saja setiap tahun dan harga celana Rp100 ribu saja, ini sudah bisnis Rp25 triliun. Jika bisa untung 10%, ada keuntungan Rp2,5 triliun. Ini baru celana saja, belum bicara pakaian lain.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.