Minggu, 24 Januari 2021

MUI Akan Dorong Lahirnya Wirausaha Baru Muslim

MUI Akan Dorong Lahirnya Wirausaha Baru Muslim

Jakarta, Swamedium.com – Kongres Ekonomi Umat yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat pada 22-24 April 2017 di Jakarta telah melahirkan Komite Nasional Ekonomi Umat (KNEU). Pasca kongres ini, wirausaha-wirausaha baru dari kalangan umat Islam diharapkan akan lebih banyak lahir.

Banner Iklan Swamedium

Dalam hal ini, MUI memastikan tidak akan terjun langsung dalam praktek bisnis, tetapi akan mendorong umat agar lebih bersemangat berwirausaha dan meningkatkan etos kerjanya.

Ketua Panitia Kongres Ekonomi Umat, KH Fikri Bareno mengatakan, Komite Nasional Ekonomi Umat rencananya akan ada di bawah naungan Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI. Komite tersebut terdiri dari berbagai pihak di antaranya MUI, ormas-ormas Islam, perwakilan pengusaha, asosiasi, perguruan tinggi, pondok pesantren dan perwakilan pemerintah serta pihak-pihak terkait lainnya.

Dia menjelaskan fungsi KNEU adalah untuk mengawal hasil kongres agar tujuan kongres tercapai.

“Sehingga kebijakan dan pemikiran yang dihasilkan dari Kongres Ekonomi Umat bisa terukur. Jangan sampai setelah kongres tidak ada hasilnya,” kata KH Fikri, Senin (24/4).

Ditambahkannya, pembentukan KNEU akan sesegera mungkin dilaksanakan. Setelah terbentuk,, komite akan mengawal hasil keputusan-keputusan kongres. Dengan adanya komite, kata dia, selangkah demi selangkah hasil dari kongres akan bisa dilaksanakan.

“Apa yang menjadi keputusan (kongres) dikawal. Apakah kebijakan pemerintahan sudah sesuai janji-janji sudah terlaksana belum, kalau belum kita ingatkan terus,” ujarnya.

KH Fikri yang juga sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI menambahkan, KNEU akan mendorong umat agar bersemangat berwirausaha, etos kerjanya semakin baik dan mendorong hal-hal lainnya untuk memajukan perekonomian umat. Jadi, komite akan memantau, apakah setelah kongres akan muncul pengusaha-pengusaha baru.

Namun demikian, MUI tidak terjun langsung dalam praktik bisnis. Meski MUI membentuk KNEU, posisi MUI hanya mendorong lembaga-lembaga agar bisa memanfaatkan potensi-potensi yang ada dan kebijakan pemerintah. Kongres Ekonomi Umat yang telah dilaksanakan diikuti ormas-ormas Islam, perguruan tinggi, perwakilan pengusaha, praktisi, asosiasi ekonomi, MUI pusat dan MUI tingkat provinsi.(republika.co.id)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita