Selasa, 19 Januari 2021

Pekerja Lembaga Rehabilitasi Napza Kemensos di Bandung, 4 Bulan Tidak Digaji

Pekerja Lembaga Rehabilitasi Napza Kemensos di Bandung, 4 Bulan Tidak Digaji

Foto: Para pekerja lembaga rehabilitasi ketergantungan napza Kemensos di Bandung belum gajian 4 bulan. (ilustrasi/kemensos RI)

Bandung, Swamedium.com — Sejak Januari hingga April 2017 ini, para pekerja sosial di Program Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Napza Kementerian Sosial (Kemensos) di Bandung, belum menerima gaji. Kondisi ini selalu berulang setiap tahun.

Banner Iklan Swamedium

Salah seorang pekerja kepada swamedium.com menyebutkan para pekerja sosial ini dikontrak oleh Kemensos dibawah Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Bidang Penanggulangan Penyalahgunaan NAPZA/Narkoba. Para pekerja ini dikontrak dengan keahlian khusus rehabilitasi adiksi (ketergantungan).

“Ini tiap tahun seperti ini, kami udah 4 bulan nggak digaji. Sementara kami diwajibkan dari lembaga untuk tetap melaksanakan tugas-tugas pekerja sosial setiap hari, kami harap bu menteri lebih peduli dengan nasib kami,” kata salah seorang pekerja yang meminta namanya tidak ditulis.

Suara dari narasumber kami ini, merupakan suara perwakilan dari semua Pekerja Sosial yg dikontrak oleh Kemensos RI. Mereka tetap dituntut melaksanakan tugas-tugas namun hak-nya diabaikan, tentu hal ini bertentangan dengan peraturan tentang ketenagakerjaan di Indonesia.

Sementara itu lembaga yang mewadahi profesi Pekerja Sosial Profesional di Indonesia yaitu IPSPI (Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia) tidak melakukan mediasi atau pun advokasi terhadap nasib yang menimpa anggota organisasinya.

Para Pekerja Sosial ini hanya bisa berharap gajinya segera dibayarkan. Mereka meminta Menteri Sosial Khofifah bisa lebih peduli dengan nasib para pekerjanya di lapangan.

“Kami juga manusia biasa yang punya kewajiban memenuhi kebutuhan keluarga,” pungkas salah satu pekerja. (Avid)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

3 Comments

  1. vaniacalista

    di sumut malah di suruh seleksi ulang di laksanakan tgl 27 sd 29 april di sibolangit dengan menggunakan biaya sendiri. yg tidak lulus atau tidak dtg otomatis kontraknya di putus. wahhh… kelewatan yach? ini khan memang sudah melanggar uu ketenagakerjaan. harusnya kalauau seleksi ulang ya bln 12 kmrn ketika pekerja nya blm melaksanakan tugas. jd kesan nya seleksinya itu akal akalan untuk memecat secara halus dan mengabaikan haknya. kalau mau di pecat ya bayar dulu gajinya satu tahun kedepan . itu baru benar karena sk mereka berakhir bln 12.

    Reply
  2. [email protected]

    Ketika sudah memilih sebuah profesi maka harus bs terima plus dan minusnya
    Bersyukur msh bs beraktifitas dgn gaji
    Coba tengok lg ke belakang
    Msh banyak mereka2 yg tidak berpenghasilan dan harus memutar otak untuk bs menikmati sesuap nasi
    Contoh
    Seorang penjaga lintasan rel kereta tidak pernah menikmati gaji berlebih spt d kemensos
    Tp kalo ada kecelakaan d lintasan dia yg harus bertanggung jawab
    Intinya adalah bagaimana kita mensyukuri dan bs menjadikan pelajaran yg berharga d setiap detik kehidupan
    Salam hormat saya
    Konselor adiksi kemensos

    Reply
  3. Onelz

    Profesi seseorang harusnya didukung dengan timbal balik yang serupa..
    Karena ini bentuk akad dan kerjasama saling membantu dan bahkan melengkapi..

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita