Senin, 21 September 2020

Pernah Dilarang Jokowi, Topeng Monyet Kembali Marak di Jakarta

Pernah Dilarang Jokowi, Topeng Monyet Kembali Marak di Jakarta

Foto: Kelompok Topeng Monyet sedang beraksi di kawasan Cempaka Baru, Jakarta Pusat (nico/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Ketika duet Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama jadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI tahun 2014, mereka mengeluarkan larangan pertunjukan topeng monyet di jalanan Kota Jakarta. Tapi belakangan ini, pertunjukan topeng monyet kembali marak.

Kesenian rakyat murah meriah ini banyak ditemui di jalan-jalan perkampungan penduduk di “Kampung Besar” Jakarta. Setidaknya di bilangan Cempaka Baru, Jakarta Pusat, hampir setiap hari ditemui kelompok pertunjukan Topeng Monyet itu.

Suara khas alat musik perkusi dan gendang yang dimainkan kelompok topeng monyet ini selalu berhasil mengundang anak-anak yang ingin menyaksikan kelucuan si monyet bertopeng.

Ditampilkan pula atraksi keahlian monyet mengendarai “sepeda motor”, “otoped”, main kuda lumping, ataupun atraksi lain hasil pelatihan oleh sang pawang monyet.

Padahal ketika era Gubernur Joko Widodo, Pemprov DKI pernah menargetkan Jakarta bebas pertunjukan Topeng Monyet pada tahun 2014. Saat itu Pemprov banyak merazia kelompok-kelompok topeng monyet, dan melepasliarkan atau menyerahkan monyet ke Kebun Binatang Ragunan. Pertunjukan rakyat tersebut dianggap bertentangan dengan KUHP No 302 yang mengatur tentang tindakan penyiksaan hewan dan beberapa peraturan pemerintah terkait kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan.

Bagi para penentangnya, pertunjukan Topeng Monyet dianggap melanggar etika terhadap hewan, karena merenggut hak kebebasan hewan serta menyebabkan monyet rentan terkena penyakit. Seperti diketahui, kandang topeng monyet yang berukuran kecil menyebabkan monyet rentan mengalami stres, sehingga lebih mudah terserang penyakit.

Foto : Kelompok Topeng Monyet tiap hari kelling kampung mencari penonton. (nico/swamedium)

Bagi para pawang dan kelompok topeng monyet, larangan Pemprov atas Topeng Monyet di Jakarta menyebabkan mereka kehilangan mata pencaharian. Namun bagi para para pecinta hak binatang, kenyataan bahwa para pekerja topeng monyet kebanyakan masih berusia anak-anak menjadi alasan lain ketidaksetujuan mereka terhadap pertunjukan Topeng Monyet.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.