Jumat, 05 Juni 2020

Mantan Kepala BPPN Jadi Tersangka Kasus BLBI

Mantan Kepala BPPN Jadi Tersangka Kasus BLBI

Foto: Penyelidikan kasus BLBI memasuki tahap baru dengan penetapan tersangka baru. (ilustrasi/ist)

Jakarta, Swamedium.com – Penyelidikan mega skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) memasuki tahap baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syarifuddin Arsyad Temenggung, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI.

SKL BLBI dimaksud adalah untuk Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) tahun 2004. Ketika itu, Sjamsul Nursalim merupakan pemegang saham pengendali BDNI.

“Terkait hal itu, KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan SAT (Syarifuddin Arsyad Temenggung) sebagai tersangka,” ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, Selasa (25/4).

Ia juga menjelaskan, sebagai Kepala BPPN, Syarifuddin diduga telah menyalahgunakan kewenangannya dengan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, sehingga merugikan keuangan negara yang mencapai Rp3,7 triliun.

“Atas penerbitan SKL diduga merugikan keuangan negara sekurang-kurangnya Rp3,7 triliun,” kata Basaria.

Atas perbuatannya itu, Syarifuddin disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Publik harus mengetahui, SKL BLBI dikeluarkan pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri melalui Inpres Nomor 8 tahun 2002 dan Tap MPR Nomor 6 dan 10.

Pada perkara ini, penyidik KPK telah meminta keterangan banyak pihak. Terakhir KPK sudah memeriksa mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Menko Perekonomian Kwik Kian Gie, pada Senin (20/4) lalu. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.