Kamis, 24 September 2020

Semenanjung Korea Memanas, Pesanan Bunker Meningkat di Jepang

Semenanjung Korea Memanas, Pesanan Bunker Meningkat di Jepang

Foto: Ketakutan adanya serangan nuklir, warga Jepang mulai pesan bunker perlindungan diri. (ist)

Tokyo, Swamedium.com—Makin memanasnya situasi di Semenanjung Korea, membuat banyak warga Jepang mulai ketakutan terjadinya perang nuklir. Mereka mulai memesan bunker perlindungan dari ancaman serangan nuklir Korea Utara.

Sebuah perusahaan yang khusus membuat bunker di Jepang, Oribe Seiki Seisakusho, mengaku sejak awal April lalu, pesanan bunker buatan mereka banyak yang pesan.

Nobuko Oriber, Direktur perusahaan, mengatakan sejak awal April sudah ada delapan permintaan hunian bawah tanah yang bisa melindungi penghuninya dari serangan bom nuklir.

“Hunian yang dipesan juga diminta dilengkapi pemurni udara. Alasan mereka, bisa saja Korut meluncurkan serangan senjata kimia beracun, termasuk gas sarin,” kata Nobuko seperti dilansir Reuters, Selasa (25/4).

Sebelum krisis nuklir Korut memanas, perusahaan itu hanya memiliki enam kontrak sepanjang tahunnya. Tapi, kini permintaan telah meningkat.

Oribe mengatakan, pemesan bunker nuklir bukan hanya kalangan rumah-rumah pribadi, tapi juga sejumlah perusahaan.

Oribe Seiki Seisakusho dalam sebuah iklannya mengatakan bahwa bunker yang mereka jual berupa terowongan tertutup rapat yang dilengkapi dengan filter gas radioaktif dan beracun. Bunker itu diklaim menahan serangan yang setara dengan bom atom yang dijatuhkan oleh militer AS di Hiroshima pada tahun 1945, jika bom tersebut jatuh sekitar 660 meter atau lebih dari terowongan.

Sebuah perusahaan serupa, Earth Shift, yang berbasis di Prefektur Shizuoka juga mengaku menerima permintaan bunker 10 kali lebih banyak dari sebelumnya.

Manajer penjualan perusahaan tersebut, Akira Shiga, mengatakan jumlah pesanan yang datang dari pelanggan di seluruh wilayah Jepang terus meningkat sejak Februari. Pemerintah Jepang sendiri telah mendesak pemerintah daerah masing-masing untuk melakukan evakuasi jika terjadi serangan rudal asing.

Kecemasan warga Jepang bermunculan setelah dua kapal perang Angkatan Laut Jepang dikirim untuk bergabung dengan armada kapal induk AS, USS Carl Vinson, yang sedang dalam perjalanan ke Semenanjung Korea untuk latihan perang guna menekan Korut. Rezim Korut yang dipimpin Kim Jong-un telah mengancam akan mengenggelamkan kapal induk AS itu dengan satu serangan. (okz/d)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.