Minggu, 31 Mei 2020

GEPRINDO: Taipan yang Makan Nangka, Pribumi yang Kena Getahnya

GEPRINDO: Taipan yang Makan Nangka, Pribumi yang Kena Getahnya

Foto: Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak. (Dipo/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu yang mengatakan bahwa setiap kepala rakyat Indonesia menanggung utang 13 juta rupiah bukanlah pernyataan yang pantas dikeluarkan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) Bastian Simanjuntak dalam rilisnya yang diterima redaksi swamedium.com.

“Kami menilai utang yang terus bertambah bukan menjadi tanggungan rakyat namun kewajiban pemerintah sebagai pihak yang diberi otoritas oleh rakyat,” ujarnya di Jakarta, Rabu (26/4).

“Sri Mulyani tak memiliki rasa empati, pernyataannya seolah rakyat Indonesia yang berutang padahal utang yang bertambah membuktikan pemerintahan saat ini sudah gagal,” imbuh Bastian.

Menurutnya, utang luar negeri Indonesia diperparah lagi dengan utang swasta yang harus ditanggung oleh pemerintah sebagaimana yang terjadi pada perusahaan penerbangan Lion. Harusnya pemerintah membebankan utang tersebut pada Taipan-Taipan yang selama ini merusak ekonomi Indonesia.

Pada 2016, lanjut Bastian, PT. Lion Mentari Airlines telah mendapatkan utang dalam bentuk 230 pesawat dari Boeing Co Amerika Serikat senilai USD 22.4 ‎miliar dan 234 Airbus jet dari Eropa senilai USD 24 miliar dolar.

“Semua utang tersebut ditanggung pemerintah dan Sri Mulyani menyatakan rakyat Indonesia yang berutang, ini pernyataan pengecut dan tak punya empati. Itu baru satu contoh kasus, masih banyak lagi utang-utang swasta yang ditanggung pemerintah dan menjadi aneh ketika kemudian utang tersebut dibebankan kepada rakyat,” tegas Bastian.

Bastian menambahkan, pernyataan Sri Mulyani seolah ingin mengatakan, “taipan yang makan nangka, pribumi yang kena getahnya.”

“Harusnya pemerintah berani mengetatkan utang swasta dengan regulasi yang jelas, pemerintah jangan kalah oleh swasta dan malah menjadikan rakyat sebagai tumbalnya. Kalau tidak becus urus negara jangan rakyat yang disalahkan, rakyat sudah cukup menderita dengan beban ekonomi selama ini,” pungkasnya. (ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.