Minggu, 07 Juni 2020

Pemerintah: Tidak Ada Lagi Operasi Pasar Untuk Kendalikan Harga Pangan

Pemerintah: Tidak Ada Lagi Operasi Pasar Untuk Kendalikan Harga Pangan

Jakarta, Swamedium.com – Pemerintah mengubah strategi untuk melakukan stabilisasi harga pangan yang semula melalui operasi pasar, sekarang dengan cara memasok barang-barang yang harganya lebih murah untuk dijual oleh pedagang. Langkah ini dilakukan untuk memberdayakan pedagang di pasar.

Sekretaris Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan, pihaknya akan melakukan cara lain untuk menstabilkan harga pangan, yakni dengan memasok barang-barang dengan harga yang lebih murah ke pasar untuk dijual oleh pedagang.

“Sekarang pemerintah tidak melalukan operasi pasar lagi seperti pedagang kaki lima. Kalau dulu yang lalu, kita operasi pasar kan di depan pasar. Sekarang kita memberdayakan pedagang pasar. Jadi kita mensuplai harga yang lebih murah ke pedagang, sehingga pedagang pasar juga akan menjual lebih murah,” katanya dalam rapat dengan Komite II DPD RI di Gedung DPD, Jakarta, Selasa (25/4).

Menurutnya, harga barang yang dijual lebih tinggi selama ini lantaran pedagang juga membeli dengan harga yang mahal dari distributor. Sehingga pedagang sulit menurunkan harga lantaran modal yang lebih besar.

“Makanya sekarang operasi pasar diganti dengan kita akan drop ke pedagang pasar, menggunakan tangki, dengan harga misalnya minyak goreng Rp 10 ribu, atau Rp 9.500. Sehingga mereka bisa menjual ke konsumen masih dengan untung yang sama,” ucap dia.

“Jadi tidak lagi kita lakukan operasi pasar yang menggelar dagangan di depan pasar kayak pedagang kaki lima. Kita akan suplai mereka dengan barang yang lebih murah, dan kita akan minta mereka menjual dengan harga yang kita minta dengan untung yang tetap. Tujuannya adalah masyarakat dapat harga yang baik, pedagang juga tetap dapat untung,” pungkasnya. (detik.com)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.