Selasa, 19 Januari 2021

China Minta AS Menarik Sistim Anti Rudal THAAD dari Korsel

China Minta AS Menarik Sistim Anti Rudal THAAD dari Korsel

Foto: Korea Utara punya rudal jarak menengah maupun jarak jauh SCUD yang memang "incaran" THAAD. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Meningkatnya suhu politik di Semenanjung Korea, membuat Amerika Serikat memasang sistem peluru kendali atau disebut THAAD atau Terminal High-Altitude Area Defense di Korea Selatan. Hal ini membuat China marah.

Banner Iklan Swamedium

Lewat pernyataan juru bicara Kementrian Luar Negeri, Geng Shuang, China meminta AS dan Korea Selatan untuk menarik THAAD. China khawatir radar THAAD dapat menembus wilayah mereka sekaligus membahayakan keamanan mereka.

THAAD, seperti dijelaskan thediplomat.com, adalah tambahan baru dalam sistem anti-rudal balistik AS alias pencegat rudal musuh. Sistem ini menghancurkan rudal musuh yang sedang meluncur turun ke sasaran.

Korea Utara punya rudal jarak menengah maupun jarak jauh SCUD yang memang “incaran” THAAD.

Rudal pencegat tersebut meluncur dari kendaraan pembawa roket, lalu “menggunakan tenaga kinetik untuk menghancurkan rudal yang datang” , seperti ditulis di manual pabriknya, seperti ditulis Lyon.

Rudal sistem tersebut dapat mencegat rudal musuh hingga pada ketinggian hingga 93 mil (134 km) dari permukaan bumi. Rudal dari THAAD bisa meluncur dengan 8 Mach (8 x kecepatan suara) alias kecepatan kategori hipersonik.

Pabrik pembuat THAAD, Lockheed Martin, saat ini berminat mengembangkan THAAD yang lebih jauh jangkauannya, untuk “menangani” rudal hipersonik WU-14 milik China.

Nah, analisa yang ditulis Ankit Panda dari thediplomat.com adalah, THAAD yang dipasang di Korea Selatan akan mengubah perimbangan kekuatan di wilayah tersebut, karena AS jadi punya sistem peringatan dini yang lebih kuat terhadap rudal antar-benua milik China. (*/d)

Sumber : thediplomat.com, NBCnews.com

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita