Selasa, 22 Juni 2021

GEPRINDO: APBD “Dikunci” Ahok, Agar Proyek Triliunan Tetap Aman untuk Mitranya

GEPRINDO: APBD “Dikunci” Ahok, Agar Proyek Triliunan Tetap Aman untuk Mitranya

Foto: Presiden Geprindo Bastian Simanjuntak dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta saat ini masih menjadi domain Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot selaku Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Banner Iklan Swamedium

Walaupun keduanya sudah kalah dalam Pilkada DKI Jakarta sesuai penghitungan quick count lembaga survei dan real count KPU DKI, namun keduanya masih menjabat hingga bupan Oktober mendatang, dan itu artinya, APBD DKI Jakarta hingga pada anggaran perubahan masih dibahas oleh Ahok-Djarot.

Hal itu dinilai menjadi peluang bagi Ahok untuk mengamankan sejumlah proyek yang masih dibawah kekuasaannya.

“Artinya, untuk APBD 2017, mereka berdua masih bisa melakukan hal-hal yang sifatnya menguntungkan bagi mitra kerja mereka, yang sudah terlanjur menjadi pemenang tender,” ujar Bastian Simanjuntak, Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO), Kamis (27/4).

Menurut Bastian, proyek-proyek yang sifatnya multiyear dan nilainya yang mencapai triliunan sudah dipastikan akan dipaksakan tetap berjalan. Sementara proyek-proyek yang dibawah itu akan tetap dipaksakan sesuai dengan kebijakan mereka.

“Ahok seakan-akan ingin menunjukkan kepada masyarakat jika anggaran APBD yang dikuncinya itu, untuk kepentingan masyarakat, saya yakin tidak demikian,” tandas Bastian.

Ia mengingatkan publik ketika beberapa kejadian yang memperlihatkan bagaimana keluarganya Ahok seakan-akan adalah bagian dari Pemprov hingga bisa mengatur rapat Pemprov.

“Ada proyek bernilai triliunan rupiah, seperti Proyek Revitalisasi Kota Tua, lalu ada lagi yang lebih parah, soal proyek yang mereka namakan proyek lelang konsolidasi,” ujarnya.

Proyek Lelang Konsolidasi ini, lanjut Bastian adalah lelang dari beberapa proyek yang nilainya kecil lalu digabungkan menjadi satu hingga nilai proyek mencapai ratusan miliar.

Untuk hal ini, Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa DKI Jakarta pada APBD tahun 2016, Blesmiyanda sempat mengatakan, untuk proyek paket beberapa pembangunan sekolah digabungkan menjadi satu, dan menjadi 4 paket hingga proyek tersebut mencapai nilai, Rp.1,5 triliun.

“Mereka lakukan itu untuk mematikan perusahaan-perusahaan kecil yang notabene adalah milik para pribumi,” ujar Bastian sembari menngungkapkan bahwa hal itu sudah mereka lakukan sejak tahun 2016 lalu.

Pihaknya sangat meyakini jika alasan penguncian APBD tersebut untuk mengamankan para pemenang tender yang jelas-jelas menjadi mitra Ahok.

“Bayangkan di tahun 2016 lalu itu baru satu Dinas, dan saya bisa pastikan masih banyak dari dinas lainnya, dan yang pasti tahun 2017 ini, pasti lebih gila lagi lelang konsolidasi ini,” ungkapnya.

Keyakinan Bastian tersebut sejalan dengan beredarnya video-video penandatanganan dengan beberapa mitra kerja. Bahkan Bastian yakin jika semua lelang pada tahun 2017 akan dilakukan sebelum Ahok-Djarot turun dari jabatannya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita