Selasa, 11 Mei 2021

Heboh Karangan Bunga Untuk Ahok-Djarot

Heboh Karangan Bunga Untuk Ahok-Djarot

Foto: Karangan bunga untuk Ahok-Djarot yang luluh lantak diterpa hujan dan angin. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Heboh karangan bunga simpati yang berjejer panjang di Balai Kota DKi Jakarta untuk Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat tak hanya menuai komentar dari Warganet, tetapi juga oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Banner Iklan Swamedium

Namun, karangan bunga yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 1000 buah itu harus luluh lantak usai hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di hampir semua wilayah Jakarta pada Rabu siang.

Terkait heboh karangan bunga itu, Fadli Zon mengakui telah mendengar kabar fenomena karangan bunga di Balai Kota DKI yang menjadi viral di media massa.

“Waduh saya enggak tahu. Tapi saya denger katanya itu dipesen dari tempat yang sama ya, waduh. Ya untunglah berarti toko bunganya untung besar,” kata Fadli usai menghadiri rapat pleno Dewan Pertimbangan MUI, Rabu (26/4).

Fadli menambahkan uang untuk membeli karangan bunga yang dikirim ke balai kota itu akan lebih bermanfaat jika diberikan ke anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan makanan.

“1.000 (karangan bunga) kalau misalkan dikali Rp 1 juta saja udah Rp 1 miliar. Taruhlah kalo 700, udah Rp 700 juta, lumayan loh. Dari pada dibuat-buat seperti itu demi sebuah pencitraan, seolah-olah masyarakat ada yang merasa kehilangan dan sebagainya. Sayang aja, tapi tentunya toko untung,” kata dia.

Menurut Sindonews, karangan bunga yang terus berdatangan untuk Ahok-Jarot ini, tercatat datang dari beberapa pengagum Ahok yang enggan menampilkan nama aslinya.

Mayoritas pengirim bunga menggunakan nama anonim, misalnya saja ‘dari kami yang belum bisa move on’, ‘Super Moms Bintaro’, ‘Grup Beties’; ‘grup Sos’, ‘Oneng Grup’, ‘Ibu-Ibu Cantik DKI’, ‘Pengagum Badja’, dan sebagainya.

Tak itu saja, nama toko bunga yang memproduksi karangan bunga tersebut tidak terpampang sebagaimana lazimnya.

Ada juga Warganet yang melaporkan karangan bunga itu sudah jauh-jauh hari dipesan oleh tim Ahokers untuk menyambut kemenangan petahana di Pilgub DKI. Setelah kalah, pihak toko bunga (florist) menolak membatalkan order itu karena sudah diberi uang muka dan terlanjur mempersiapkannya. Akhirnya, karangan bunga itu disepakati tetap dikirim ke balai kota, tetapi dengan ‘ucapan’ yang berbeda. (*/maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita