Kamis, 16 September 2021

Tekan Kredit Bermasalah, OJK Luncurkan Aplikasi Informasi Keuangan Baru

Tekan Kredit Bermasalah, OJK Luncurkan Aplikasi Informasi Keuangan Baru

Jakarta, Swamedium.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan aplikasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), yang merupakan perluasan dari Sistem Informasi Debitur (SID). Aplikasi yang akan menggantikan SID Bank Indonesia ini menjadi sarana pertukaran informasi pembiayaan atau perkreditan antarlembaga di bidang keuangan.

Banner Iklan Swamedium

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan lahirnya SLIK diharapkan dapat membantu peningkatan jumlah penyediaan dana dan mampu mengendalikan pertumbuhan kredit bermasalah.

“SLIK merupakan salah satu bentuk infrastruktur keuangan yang sangat penting untuk dapat memperluas akses kredit atau pembiayaan dan menyediakan informasi untuk kreditur, sehingga dapat membantu menurunkan tingkat risiko kredit bermasalah,” kata Muliaman di Jakarta, Kamis (27/4).

SLIK dibangun dengan mengakomodir kebutuhan industri, kebutuhan OJK, dan kebutuhan lembaga lain. OJK terus melakukan inovasi seiring dengan perkembangan yang terdapat pada industri jasa keuangan.

“Melalui SLIK, lembaga di bidang keuangan akan menyampaikan laporan debitur secara lengkap, akurat, terkini, utuh, dan tepat waktu, sehingga kualitas informasi debitur diharapkan dapat tetap terjaga,” lanjut Muliaman.

SLIK akan menerima pelaporan data debitur, fasilitas penyediaan dana, data agunan dan data terkait lainnya dari berbagai jenis lembaga keuangan serta memberikan layanan informasi debitur yang dibutuhkan oleh lembaga keuangan, masyarakat, Lembaga Pengelolaan Informasi Perkreditan (LPIP), dan pihak-pihak lain.

Sedangkan informasi debitur dapat diakses untuk kebutuhan penyediaan fasilitas kredit, pengelolaan manajemen risiko dan dalam rangka pemenuhan peraturan Otoritas Jasa Keuangan.

“Proses pelaporan SLIK akan dilakukan secara parallel run bersamaan dengan pelaporan SID untuk periode bulan data Maret sampai dengan November 2017, ” jelas Muliaman.

Untuk selanjutnya, menurut Muliaman, pada 1 Januari 2018, Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) akan sepenuhnya menggantikan peran SID yang dikelola Bank Indonesia Jumlah debitur yang akan dilaporkan ke dalam SLIK sebesar 96,4 juta debitur dan akan terus mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan jumlah pelapor SLIK.

Jumlah Pelapor tersebut akan meningkat mengingat cakupan pelapor wajib pada SLIK akan lebih luas dengan menambahkan BPR dan lembaga pembiayaan dengan aset di bawah Rp10 miliar, dan Pergadaian.

Pada 31 Desember 2018 pelapor SLIK diproyeksikan meningkat menjadi 2.142 pelapor dibandingkan pada tahun 2017 sebanyak 1.672 pelapor. Sedangkan tahun 2022, pelapor SLIK diproyeksikan akan kembali meningkat seiring dengan timbulnya kewajiban pada perusahaan pergadaian, perusahaan modal ventura, dan perusahaan pembiayaan infrastruktur yang akan menjadi pelapor dalam aplikasi SLIK.

Untuk Lembaga Keuangan Mikro, peer to peer lending (P2P), serta Lembaga lain di luar LJK seperti koperasi simpan pinjam dapat menjadi pelapor SLIK apabila telah memenuhi syarat dan mendapat persetujuan oleh OJK.

Pembangunan SLIK dilakukan melalui proses analisis dan perancangan yang komprehensif dengan tahapan pengujian aplikasi yang melibatkan beberapa pelaku industri keuangan untuk menjamin kualitas SLIK.

Untuk menjamin kesiapan calon pelapor dalam implementasi SLIK, OJK juga telah berkoordinasi secara intensif dengan pelaku industri keuangan melalui berbagai kegiatan, antara lain sosialisasi dan pelatihan kepada calon pelapor di seluruh Indonesia.(ima)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita