Minggu, 19 September 2021

Amien Rais: Pemerintah Menyeret Aparat Keamanan untuk Target Politik

Amien Rais: Pemerintah Menyeret Aparat Keamanan untuk Target Politik

Jakarta, Swamedium.com – Mantan Ketua MPR RI Amien Rais, mengungkapkan, pemerintah jangan menyalahgunakan kekuasaan dengan memanfaatkan TNI dan Polri untuk melakukan kriminalisasi terhadap ulama, tokoh dan aktivis.

Banner Iklan Swamedium

Hal itu disampaikan saat dirinya dan Presidium Alumni 212 mendatangi Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jumat (28/4) sore.

“Presiden kita itu beraninya menyeret aparat keamanan dan pertahanan untuk target target politik. Sesungguhnya TNI dan Polri ada di atas semua golongan, yaitu dengan sumpah prajurit dan saptamarga yang tidak mungkin membela golongan atau membela kepentingan ekonomi bisnis, itu tidak boleh,” kata Amien Rais kepada awak media.

Amien menambahkan, untuk kepolisian tidak boleh melakukan demonisasi atau hantunisasi.

“Juga polisi tidak boleh digunakan untuk kriminalisasi, demonisasi atau hantunisasi. Jadi orang orang baik dianggap hantu. Jadi saya kira sudah waktunya, sebelum terlambat untuk kita anak bangsa untuk bergabung (menolak kriminalisasi dan pemanfaatan TNI Polri untuk kepentingan kelompok),” ujarnya.

Amien menegaskan, untuk mencegah pemanfaatan Polri untuk kepentingan kelompok, kepolisian harus kembali ke aturan yang ada.

“Jadi semua kembalikan ke aturan. Pahami, sepakati dan lakukan aturan itu. Tidak boleh Polri dijadikan alat kekuasaan atau bisnis,” tegasnya.

Pihaknya meminta Komnas HAM untuk menekan pihak kepolisian agar dapat mengungkap kasus-kasus yang terjadi, supaya masyarakat mengetahui siapa aktor intelektual dibalik semua kasus kriminalisasi ini.

“Saya meminta Komnas HAM untuk menekan kepolisian agar mengungkap aktor intelektual. Saya yakin ada. Jangan pernah kekuasaan meremehkan kekuatan rakyat. Insya Allah kita menuju penegakan hukum yang lebih baik,” tutupnya. (Yog)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita