Kamis, 16 September 2021

Brigitte Trogneux, Calon First Lady Perancis yang Kontroversial

Brigitte Trogneux, Calon First Lady Perancis yang Kontroversial

Jakarta, Swamedium.com – Cinta itu buta. Setidaknya bagi pasangan Brigitte Marie Claude Trogneux (63) dan Calon Presiden Perancis Emmanuel Macron (39) yang saat ini sedang menjadi perbincangan hangat masyarakat di Perancis. Meski usia sang istri jauh lebih tua, beda 24 tahun, pasangan ini tampak serasi.

Banner Iklan Swamedium

Pasangan ini selalu tampil mesra di hadapan publik. Terakhir, Macron mencium bibir istrinya, saat unggul dalam putaran pertama pemilu Perancis, yang baru lalu.Kalau Marcon menang, Trogneux akan menjadi first Lady yang dinilai paling modern di Perancis.

Seperti ditulis Kompas.com, Macron pun kerap memuji istrinya yang disebutnya amat berkontribusi dalam hidupnya dan membentuknya menjadi sosok seperti sekarang ini.

Trogneux menjadi perbincangan saat Macron muncul menjadi kandidat terkuat di pemilu presiden Perancis 2017. Kisah pertemuan Macron dan Trogneux dimulai di Amiens, kota yang tenang di utara Perancis.

Trogneux adalah guru Bahasa Perancis dan Latin di La Providence, Amiens.Dia juga pembimbing kelompok teater, dimana Macron saat masih berusia 15 tahun menjadi anggotanya.

Macron remaja sudah jatuh cinta dengan Trogneux. Usai pertunjukan teater, Macron mencium pipi pembimbingnya yang kala itu berusia 40 tahun. Bahkan di usia 17 tahun, Macron sudah bertekad menikahinya.

Dalam buku Emmanuel Macron: A Perfect Young Man yang ditulis Anne Fulda, orangtua Macron menyuruh Trogneux menjauhi putra mereka, setidaknya sampai berusia 18 tahun. Macron dikirim ke Paris untuk menyelesaikan studi. Namun jarak tak menghalangi hubungan mereka. Kemudian, Trogneux bercerai dari suaminya, dan menikah dengan Macron tahun 2007.

Dari suami sebelumnya, Brigitte mempunyai tiga anak. Anak bungsunya, Tiphaine Auziere (30) bekerja dalam tim kampanye Macron. Dia menyebut, ayah tirinya sebagai sosok berkepribadian luar biasa dan cerdas.

Anak sulung Trogneux, Sebastien, dua tahun lebih tua usianya dari Macron. Sedangkan anak tengahnya, Laurence, seumuran dengan Macron dan berada di kelas yang sama saat pertama Trogneux jumpa dengan Macron.

Jika Macron menang, jangan harap Trogneux tiba-tiba berhenti memainkan peran utama dalam hidupnya di tempat kerja.

“Jika saya terpilih, maaf, dia akan berada di sana, dengan perannya sendiri. Saya berutang banyak padanya, dia membantu saya menjadi diri saya sendiri.” kata MAcron.

L’Express mencatat, keluarga Trogneux terkenal di utara Prancis karena bisnis cokelat. Sepupu Trogneux, Jean-Alexandre Trogneux, memimpin bisnis keluarga yang tahun 2013 saja menghasilkan uang empat juta euro. Cokelat bisa dipesan secara online. Produk paling terkenal perusahaan adalah makaron atau Macrons d’Amiens.

Macron menjelaskan, dia dan istrinya telah memutuskan untuk tidak mempunyai anak. Dari anak-anak Trigneux dengan suami sebelumnya, pasangan itu kini sudah mendapat tujuh cucu.

Macron menyebutkan, “Tanpa harus menjadi anak-anak dan cucu biologis, saya membanjiri mereka dengan cinta.“

Dalam pemilu ini, Trogneux berperan aktif dalam kampanye, menasihatinya dan mengatur agendanya.

“Emmanuel Macron tidak akan bisa memulai karir politik tanpa bantuan istrinya,” kata Marc Ferracci, seorang penasihat kampanye dan saksi pada pernikahan pasangan itu di tahun 2007.

“Kehadiran Brigitte Trogneux amat penting baginya,” kata Ferracci. (*/maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita