Rabu, 15 September 2021

GNPF MUI Akan Gelar Aksi Tiap Jumat hingga Vonis Ahok Dibacakan

GNPF MUI Akan Gelar Aksi Tiap Jumat hingga Vonis Ahok Dibacakan

Foto: Tuntutan umat Islam. (ilustrasi/ist)

Jakarta, Swamedium.com – Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Novel Bamukmin memastikan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI akan terus melakukan long march sampai sidang Ahok selanjutnya digelar.

Banner Iklan Swamedium

Menurut jadwal, sidang pembacaan vonis kasus penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9 Mei 2017.

Sambil menunggu hari itu datang, GNPF MUI sudah menyiapkan serangkaian demonstrasi pengawalan. Unjuk rasa tersebut bertajuk “Aksi Simpatik Menjaga Independensi Hakim” yang dimulai pada hari ini.

“Iya, setiap Jumat sebelum vonis hakim dibacakan kami akan terus berunjuk rasa,” kata Novel seperti dilansir Okezone, Kamis (27/4).

Pria yang akrab disapa Habib Novel tersebut menjelaskan, rencananya massa akan melakukan Shalat Jumat bersama di Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat lalu long march ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat untuk menyerukan dukungan moril kepada majelis hakim untuk tidak takut dengan intervensi dari penguasa dalam menjatuhkan hukuman maksimal kepada Ahok.

“Mereka (majelis hakim) harus berani memvonis terdakwa penodaan agama yang adalah Gubernur DKI Jakarta itu dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara,” ujar Habib Novel saat ditemui di depan Gedung PN Jakut, Jumat (28/4).

Habib Novel juga memastikan bahwa jadwal aksi yang ada di gambar yang telah beredar adalah benar.

“Kita akan aksi juga di setiap kejaksaan di daerah masing-masing,” ungkapnya.

Foto: Jadwal Aksi Simpatik Menjaga Indepedensi Majelis Hakim Kasus Ahok. (GNPF MUI)

Sementara itu, “Aksi Simpatik Menjaga Independensi Hakim” yang berlangsung hari ini, Jumat (28/4) telah berakhir usai sholat Ashar tadi. 10 orang perwakilan dari pengunjuk rasa diterima Humas PN Jakut.

Salah satu perwakilan massa GNPF MUI Ustaz Bernard Abdul Jabar menjelaskan, perwakilan PN Jakut yang bertemu ialah Kepala Humas PN Jakut Sianturi dan juga Hakim Tejo dan Dodi.

“Seharusnya yang menerima Ketua PN Jakut, namun karena beliau merupakan hakim yang menangani kasus Ahok jadi tidak boleh untuk menerima pihak manapun sehingga kita ditemui oleh Humas,” kata Ustadz Bernard di atas mobil orasi. (Yog/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita