Selasa, 27 Juli 2021

Maya Amhar, Berjuang Tanpa Lelah di Kampung Aquarium

Maya Amhar, Berjuang Tanpa Lelah di Kampung Aquarium

Foto: Maya Amhar dengan plakat Mushala Al-Ikhlas di bekas lokasi robohan. (denni/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — “Fadli, jangan abaikan peranan Maya Amhar di Kampung Aquarium.”
Demikian sepenggal kalimat Ratna Sarumpaet ke Fadli Zon, saat acara syukuran kemenangan Anies-Sandi di Kampung Aquarium, lokasi yang digusur Pemprov DKI Jakarta, Selasa (25/4).

Banner Iklan Swamedium

Ratna Sarumpaet adalah aktifis yang sempat ditahan polisi ketika menolak penggusuran di kawasan Pasar Ikan yang meliputi Kampung Aquarium, Pasar Ikan dan Luar Batang, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, 11 April 2016

Siapa Maya Amhar? Dia adalah aktifis sosmed di facebook dengan nama yang sama. Status di faceboknya selalu mengkritisi pemerintah dan membela kaum miskin. Nama lengkapnya adalah Harmayani Amhar.

Apa hubungannya dengan Kampung Aquarium, Penjaringan, Jakarta Utara.

Bagi aktifis yang mengambil jalan aksi demo untuk menyuarakan protesnya. Maya Amhar lebih banyak berperan dalam aksi langsung ke lapangan.

Perkenalannya dengan artis dan aktifis Ratna Sarumpaet juga berawal dari konsen yang sama, membela kaum urban yang tergusur dan terpinggirkan.

‘Saya waktu itu ikut ketika Kak Ratna Sarumpaet jumpa pers di Mesjid Luar Batang soal rencana penggusuran disana. Waktu itu Kak Ratna siap pasang badan jika rencana penggusuran Kampung Luar Batang tetap dilakukan,” kata Maya Amhar memulai ceritanya ke swamedium.com.

“Tiga hari setelah jumpa pers tersebut, pagi-pagi Kampung Aquarium digusur paksa. Kak Ratna sempat ditahan. Saya tidak datang karena lagi flu berat. Dua hari kemudian saya baru kesana meninjau lokasi penggusuran dan mampir ke posko Luar Batang mengantarkan sumbangan pertama untuk warga gusuran,” ujarnya.

Sepulang dari lokasi, Bunda Maya –demikian orang-orang di Kampung Aquarium memanggilnya— langsung ke rumah Ratna Sarumpaet. Saat itulah, Ratna meminta dia menggalang dana untuk warga gusuran. Menurut Ratna, warga tidak hanya butuh bantuan sembako dan lain-lain tapi juga butuh bantuan dana segar untuk bergerak. Saat itu di lokasi memang sudah banyak organisasi dan partai yang turun membantu,

Dari sanalah, lewat akun facebooknya Maya menggambarkan kondisi terkini Kampung Aquarium yang digusur. Beberapa teman facebooknya langsung memberikan bantuan.

“Waktu itu saya melihat MCK untuk warga gusuran yang bertahan ditenda sudah selesai dibangun, namun asilnya sangat mengecewakan. Sehingga terpaksa saya merapikan bangunan dan melengkapi kebutuhan untuk MCK yang layak bagi warga,” kisah dia.

Belum selesai urusan MCK, salah seorang warga Kampung Aqurium, Adek meminta Maya untuk membantu mengurus mushola yang dirubuhkan Ahok.

“Puing-puing bekas mushola yang dirubuhkan sudah ditemukan. Sebaiknya bu Maya membangun Mushola saja. MCKnya nanti saja,” demikian Adek memohon pada Maya Amhar.

Wanita asal Padang yang tinggal di Cipete, Jakarta Selatan langsung melihat lokasi bekas Mushola Al-Ikhlas yang dirubuhkan.

“Saya tanya pengurus mushola yang hadir waktu itu, apa maunya bapak-bapak atas mushola ini?.. Kami ingin mushola ini dibangun lagi bu, agar anak-anak kami kembali bisa belajar mengaji disini.”

Foto: Salah satu postingan Maya Amhar di akun facebooknya untuk membantu membangun kembali mushalla (Fb Maya Amhar)

Jawaban itu kemudian Maya turun membantu membangun kembali mushola itu dengan mengajak kembali teman-teman facebooknya untuk berpartisipasi.

“Alhamdulillah akhirnya mushola itu bisa kami dirikan kembali dan atas keinginan warga namanya dirobah jadi Masjid Al- Jihad,” ujarnya.

Diusir dari Kampung Aquarium

Perjuangannya untuk membangun prasana MCK dan Mushala Al-Jihad di lokasi gusuran Kampung Aquarium tidak berjalan mulus. Saat pembangunan mushala mulai berjalan, dia kena fitnah dari salah seorang koordinator yang ditunjuk Ratna Sarumpaet mendampingi warga.

Koordinator warga inisial U itu meminta dia keluar dari Kampung Aquarium, dengan alasan Bunda Maya tidak menyetorkan uang bantuan dari donatur yang diterimanya untuk membangun mushala ke rekening U.

“Saat itu, saya lagi bersama kepala tukang sedang menghitung biaya untuk mempaving block halaman mesjid dan tiba-tiba koordinator warga datang sambil menunjuk-nunjuk saya dan mengusir keluar dari Kampung Aquarium. Jika saya tidak mau, dia akan memanggil warga untuk menyeret saya,” ujarnya.

Dengan perasaan sedih, dia pun keluar dari Kampung Aquarium.

“Bukan sedih karena diusir, tapi sedih karena kerja belum selesai membangun kembali mushalla,” ucapnya.

Belakangan diketahui, sang koordinator ini bermasalah. Uang sumbangan yang pernah diantaranya sebanyak Rp 38,5 juta untuk membangun sumur bor, ternyata sampai sekarang sumur bor itu tidak terbangun. Belakangan Ratna Sarumpaet mengetahui masalah ini, dan langsung memecat koordinator tersebut karena tidak jujur dalam keuangan.

Saat Maya diusir dari Kampung Aquarium, warga sempat terpecah. Ada yang berpihak ke koordinator itu dan ada yang simpatik dengan dia. Setelah koordinator ini dipecat, warga pun kompak meminta Bunda Maya kembali membantu mereka.

Wanita berusia 58 tahun itu pun kembali bolak balik dari rumahnya di Cipete Jakarta Selatan ke Kampung Aquarium, Penjaringan Jakarta Utara. Jerih payahnya berjuang untuk mengumpulkan dana dan membangun Masjid Al-Ihsan itu tidak sia-sia. Sekarang, masjid itu sudah dimanfaatkan oleh warga, dan tamu yang datang.

Gubernur terpilih Anies Baswedan dimasa kampanyenya, pernah shalat Dhuha di masjid ini.

Foto: Maya Amhar mendampingi Anies Baswedan meninjau Kampung Luar Batang dan Kampung Aquarium, Penjaringan. (denni/swamedium)

Menyatukan dan Memotivasi Warga

Selain membangun kembali mushalla, Bunda Maya juga memotivasi warga untuk bersatu dan terus berjuang mempertahankan hak mereka. Dharma Diani, salah seorang warga Kampung Aquarium adalah salah seorang yang merasakan bagaimana Maya Amhar berjuang untuk warganya.

“Dharma kenal bunda awalnya dalam keadaan yang kurang baik. Dharma sudah seirng liatin Bunda di bekas musollah kami. Cuma Bunda sudah dapat omongan dari orang kalo Dharma itu pengkhianat dan suaminya orang kecamatan. Jadi awalnya, Bunda agak kurang welcome,” kata Dharma, yang sekarang ditujuk menjadi koordinator warga.

Foto: Maya Amhar dengan Dharma Diani dan warga di Posko Kampung Aquarium. (denni/swamedium)

“Ketika kejadian Bunda difitnah ama kelompok warga yang urusin bantuan di situ, Dharma liat bunda jujur dan berpikir ke depan. Bunda selalu bilng tanam kan kejujuran walau itu pahit,” tambahnya.

Usai kejadian itu, Bunda Maya meminta Dharma lebih aktif berjuang dan mengabarkan kondisi Kampung Aquarium di media sosial. Maya melihat, Dharma bisa mewakili suara protes warga di media sosial, seperti facebook.

“Bunda selalu nasehatin Dharma bersikap,. berprilaku karna itu jadi ukuran dan penilaian orang yang akan bantu kita. Bunda selalu semangati Dharma agar semangat dan bangkit, karena kalo bukan kita yang bela hak kita trus siapa lagi,” ujar Dharma mengenang awal perjuangannya di media sosial dan menyemangati warga Kampung Aquarium lainnya.

“Bunda benar-benar luar biasa, Bunda mirip nenek selalu teliti akan semua hal, uang juga di nasehatinnya agar hati-hati karena ada amanah disitu.. Pokoknya Bunda i’ts te best lah. Dharma liat bunda emang bener-bener care ama orang yang kesusahan,” tutupnya.

Ketika Pilkada DKI Jakarta putaran ke dua sudah usai, dan Anies-Sandi terpilih, kemudian pesta kemenangan dilakukan di Kampung Aquarium, Maya Amhar tidak banyak ikut di dalamnya. Dia tidak ingin terlihat menonjol dalam perjuangan disana.

Dalam setiap Aksi Bela Islam, Maya Amhar ikut terlibat aktif dalam membagi konsumsi.

Foto: Dalam setiak Aksi Bela Islam, Maya Amhar ikut terlibat aktif dalam membagi konsumsi. (denni/swamedium)

Sehingga tidak salah kalau kemudian dalam pesta syukuran yang dihadiri Fadli Zon dan Ratna Sarumpaet di Kampung Aquarium, Ratna mengingatkan Fadli Zon perjuangan seorang Maya Amhar. “Jangan lupakan peran Maya Amhar.” (denni risman)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita