Kamis, 04 Juni 2020

Menteri Susi Minta Pengusaha Setop Adu Domba

Menteri Susi Minta Pengusaha Setop Adu Domba

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menunggu detik-detik peledakan kapal nelayan asal Thailand di Selat Dempo, Kepri, Senin (9/2). Kapal bersama 12 nelayan asing itu ditangkap oleh Kapal Patroli (KP) Hiu 009 Bakorkamla saat menangkap ikan dengan jaring pukat harimau (trawl) di perairan Tambelan, Kepri bulan November 2014 lalu . ANTARA FOTO/Joko Sulistyo/ed/ama/15

Jakarta, Swamedium.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memperingatkan pengusaha perikanan besar agar setop melakukan adu domba demi keuntungan pribadinya. Pengusaha juga diminta mendukung kebijakan pemerintah terkait larangan penggunaan cantrang.

Susi berharap pengusaha mendukung kebijakan pemerintah untuk mendorong tercapainya misi menjadikan laut masa depan bangsa dengan mewujudkan pilar keberlanjutan.

Karena itu, dia menyayangkan masih banyak pengusaha yang berbuat curang dengan mencoba mengadu domba berbagai pihak, membuat fitnah dan pernyataan bohong demi keuntungan pribadi.

“Kepada para pengusaha besar, tolong setop untuk mengadu domba, lobi kanan kiri. Sudah, Anda semua sudah cukup berpesta, zaman tidak ada aturan di laut ini. Sekarang kita mau atur karena laut tidak mau kita punggungi lagi,” ungkap Susi dalam siaran persnya, Jumat (28/4).

Susi berharap ke depan, laut bisa memberi kontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) yang baik bagi negara agar bisa menunjang program kesejahteraan rakyat. Dia menyayangkan banyaknya mafia yang menjadikan masyarakat sebagai alasan dan tameng untuk melawan kebijakan pemerintah demi keuntungan pribadi.

Menurut Susi, laut masa depan bangsa berarti bangsa Indonesia dari generasi ke generasi harus dapat hidup dari lautan. Caranya dengan menjaga sumber daya perikanan tetap ada dan tetap banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kalau diangkat terus dan habis, ya laut masa depan bangsa akan habis. Tinggal slogan saja,” tambah Susi.

Terkait penggunaan alat tangkap cantrang untuk menangkap ikan, Susi menjelaskan, penggunaan alat tersebut dilarang karena pengoperasian cantrang menyentuh dasar perairan.

Pengoperasian alat tersebut, lanjut dia, berpotensi mengganggu dan merusak ekosistem substrat tempat tumbuhnya organisme atau jasad renik yang menjadi makanan ikan, sehingga menyebabkan produktivitas dasar perairan berkurang.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.