Rabu, 20 Januari 2021

Warga Jakarta, Salam Bersama

Warga Jakarta, Salam Bersama

Oleh; Maida

Banner Iklan Swamedium

Jakarta, Swamedium.com – Pasca Pilkada, warga Jakarta minggu-minggu ini heboh dengan ratusan karangan bunga simpati atas kekalahan Ahok-Jarot yang dikirim ke balai kota. Terlepas benar atau tidaknya, bunga itu dikirim oleh pecinta Ahok yang disebut Ahokers atau hanya rekayasa pencitraan, bunga itu adalah sebuah ekspresi cinta.

Pepatah mengatakan,”Katakan cinta dengan bunga.” Bunga dianggap mewakili perasaan suka maupun sedih. Makanya, karangan bunga juga dikirim ke rumah duka untuk mengekspresikan turut berbela sungkawa pada keluarga, kawan maupun relasi.

Ekspresi sebagian warga Jakarta dalam merespon kekalahan Ahok-Jarot dalam Pilkada DKI memang beragam. Ada yang rajin nyinyir di media sosial, ada yang katanya mengirimkan karangan bunga ke balai kota DKI, Ada pula yang mungkin hanya berdiam diri memendam perasaan sedih, marah dan kesal.

Bagi pecinta Ahok-Jarot, bunga mewakili perasaan orang yang sedang patah hati, hati yang luka karena harapan tidak sesuai kenyataan. Berharap keluar sebagai pemenang Pilkada, tetapi ujungnya kalah.

“Ini ekspresi kami yang patah hati. Lagi sayang-sayangnya dengan Ahok-Jarot ditinggal pergi,” kira-kira demikian bunyi salah satu karangan bunga yang dikirim ke balai kota. Ada juga yang ucapannya,”Dari mami cantik yang belum move on.”

Bicara cinta terkadang memang sulit dipahami. Tidak kenal langsung dengan orangnya saja, bisa patah hati. Hanya karena melihat pemberitaan pencitraan di media saja, banyak yang bisa cinta maupun benci dengan seseorang. Inilah anehnya. Tak heran, jika ada yang bilang, cinta itu absurd. Bisa dirasakan, tak bisa diungkapkan. Tapi, saya percaya, segila-gilanya cinta, pembuktian tetap dibutuhkan. Cinta bisa hilang, kalau yang diberikan hanya kebohongan.

Jika kita bilang mencintai seseorang, tetapi perilaku kita tidak membuktikan perilaku orang yang mencintai, itu namanya kebohongan atau penipuan. Begitu pun, cinta sebagian warga Jakarta saat ini karena mempercayai Ahok-Jarok sudah kerja hebat, bersih dari korupsi dan terbukti mampu menyelesaikan problematika Jakarta. Makanya, dicintai.

Tetapi, apakah mereka tetap mencintai bila nanti Ahok-Jarot itu ternyata tidak demikian? Sesungguhnya, seorang hamba itu dihormati, dicintai, disanjung-sanjung ketika Allah SWT masih menutupi aib atau keburukannya. Jika aibnya sudah dibuka, bisa jadi si pecinta berat ini berubah jadi pembenci hebat. Bila suatu hari nanti, kasus Sumber Waras, E-KTP, reklamasi Teluk Jakarta, dan lainnya sudah membuktikan dia ternyata tidak ‘sebersih’ yang dia pikir, masihkah cinta itu ada?

Mencintai yang paling benar adalah mencintai apapun karena Allah, sebagaimana firman Allah yang tertulis dalam al-Quran berikut ini;

“Katakanlah (wahai Muhammad) : Jika kalian (betul-betul) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni (dosa-dosa) kalian, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31).

Prinsip yang harus dipegang saat membangun hubungan dengan sesama manusia adalah cinta dan benci karena Allah. Rasulluloh bersabda,”Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah dan melarang karena Allah, maka telah sempurna imannya.”

Kecintaan yang dibangun atas dasar motif duniawi, keuntungan pribadi, motif tersembunyi biasanya akan berbuah kekecewaan karena manusia tidak ada yang sempurna. Mungkin ada yang akan bilang,”Ngomong memang mudah, tapi menjalaninya yang susah. Lihat saja orang yang lagi jatuh cinta, susah benar dinasehatinya.” Betul itu.

Karena itu, Islam melarang kita berlebih-lebihan dalam mencintai seseorang. Tempatkan cinta sewajarnya. Mencintailah karena Allah, bertemu dan berpisah juga karena Allah. Orang yang sudah bisa dilevel ini, biasanya cepat move on dan mudah ikhlas karena dia menyakini segala sesuatu yang terjadi di dunia ini sudah atas seizin Sang Pencipta. Tugas manusia, hanya sampai pada ikhtiar dan doa yang maksimal. Setelah itu, berserah diri.

Jadi buat warga Jakarta pecinta Ahok atau Ahokers, cepatlah move on, terimalah dengan lapang dada kemenangan Anies-Sandi dan bersatu membangun kota Jakarta. The show must go on. Kemenangan Anies-Sandi ini sudah kehendak yang Maha Kuasa.

Mungkin saat ini, kamu belum bisa mencintainya. Tidak apa-apa. Seiring keseriusan gubernur dan cawagub baru dalam membuktikan cintanya pada warga Jakarta yang dibuktikan dengan memenuhi janji-janjinya selama kampanye, saya yakin cintamu akan tumbuh, bahkan mekar berseri. Salam Bersama.

Penulis

Redaktur Swamedium.com

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita