Senin, 25 Januari 2021

Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Kecewa Tuntutan JPU Kasus Ahok

Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Kecewa Tuntutan JPU Kasus Ahok

Foto: Ikshan Abdullah. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengaku kecewa terhadap jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus penistaan agama, dengan terdakwa Basuki T. Purnama atau Ahok yang hanya menuntut satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.

Banner Iklan Swamedium

“Kami dari MUI sangat menyayangkan tuntutan jaksa. Kenapa jaksa tidak menerapkan hukum yang sebenarnya?,” kata Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Ikhsan Abdullah, dalam diskusi bertajuk “Ahok, Jaksa dan Palu Hakim”, di Jakarta, Sabtu (29/4).

Ikhsan berpendapat, tuntutan JPU tidak tepat karena jaksa tidak menggunakan Pasal 156 (a) sebagai dasar tuntutannya yang ancaman pidananya maksimal lima tahun penjara, tapi malah memilih menggunakan Pasal 156.

Ia juga menambahkan, bahwa tuntutan JPU telah mengabaikan sikap keagamaan MUI yang menyatakan Ahok telah menistakan agama.

“Ini sekaligus mendelegitimasi produk hukum yang dikeluarkan MUI,” ujarnya.

Seperti diketahui, JPU menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana penjara satu tahun dengan masa percobaan dua tahun kepada Ahok karena terbukti melanggar rumusan unsur pidana sebagaimana tertuang dalam Pasal 156 KUHP.

Dalam pasal tersebut diatur, barang siapa di muka umum menyatakan perasaan bermusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita