Minggu, 07 Juni 2020

Tanda Hitam di Dahi, Antara Riya dan Hasad

Tanda Hitam di Dahi, Antara Riya dan Hasad

Foto: Dahi hitam seorang muslimin. (ilustrasi/ist)

Jakarta, Swamedium.com – Pada satu hari, di sebuah toko obat, ada seorang pria dengan dahi yang memiliki tanda hitam ingin membeli sebuah obat penghilang tanda hitam di dahinya.

Pembeli : Assalamualaikum mas..saya mau beli obat penghilang bekas hitam di dahi saya.
Penjual : Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh, oh ada pak.
Pembeli : Harganya berapa pak?
Penjual : Ini yang bagus, harga Rp 250ribu pak, ini yang murah Rp 150ribu.
Tapi bapak kenapa mau hilangkan hitam di kening? Bukannya bagus ya pak?
Pembeli : Iya mas, tapi saya takut mas. Saya takut di cap riya mas. Saya takut murka Allah. Mas baca kan banyak meme di medsos tentang bagaimana kami ini di cap riya ketika memiliki bekas hitam di dahi?
Penjual : Oh, begitu pak. Iya, saya juga sering baca itu, dan banyak juga berasal dari orang-orang yang pintar. Ya sudah pak. Ini barangnya. Bapak mau ambil yang mana?
Pembeli : Saya ambil yang bagus saja pak. Saya mau maksimal supaya tidak di cap riya.
Penjual : Oh, baik pak, ini barangnya.
Pembeli : Terima kasih mas. Assalamualaikum..
Penjual : Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Ada hal yang tidak diketahui penjual, uang tersebut adalah yang seharusnya uang makan dari pembeli selama 3 hari ke depan. Pembeli itu akhirnya selalu menggunakan obat itu sampai tanda hitam di dahinya hilang, dengan kadang rasa lapar dideritanya.

Yaa Akhi..Yaa Ukhti..
Kalian sering sekali bicara masalah sedekah, infaq, tapi kalian justru mendzalimi orang lain.

Tahukah arti dari Hasad? Iri, dengki, pikiran negatif. Bisakah akhi atau ukhti membedakan antara riya dan hasad?

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.