Senin, 18 Januari 2021

Tanda Hitam di Dahi, Antara Riya dan Hasad

Tanda Hitam di Dahi, Antara Riya dan Hasad

Foto: Dahi hitam seorang muslimin. (ilustrasi/ist)

Jakarta, Swamedium.com – Pada satu hari, di sebuah toko obat, ada seorang pria dengan dahi yang memiliki tanda hitam ingin membeli sebuah obat penghilang tanda hitam di dahinya.

Banner Iklan Swamedium

Pembeli : Assalamualaikum mas..saya mau beli obat penghilang bekas hitam di dahi saya.
Penjual : Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh, oh ada pak.
Pembeli : Harganya berapa pak?
Penjual : Ini yang bagus, harga Rp 250ribu pak, ini yang murah Rp 150ribu.
Tapi bapak kenapa mau hilangkan hitam di kening? Bukannya bagus ya pak?
Pembeli : Iya mas, tapi saya takut mas. Saya takut di cap riya mas. Saya takut murka Allah. Mas baca kan banyak meme di medsos tentang bagaimana kami ini di cap riya ketika memiliki bekas hitam di dahi?
Penjual : Oh, begitu pak. Iya, saya juga sering baca itu, dan banyak juga berasal dari orang-orang yang pintar. Ya sudah pak. Ini barangnya. Bapak mau ambil yang mana?
Pembeli : Saya ambil yang bagus saja pak. Saya mau maksimal supaya tidak di cap riya.
Penjual : Oh, baik pak, ini barangnya.
Pembeli : Terima kasih mas. Assalamualaikum..
Penjual : Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Ada hal yang tidak diketahui penjual, uang tersebut adalah yang seharusnya uang makan dari pembeli selama 3 hari ke depan. Pembeli itu akhirnya selalu menggunakan obat itu sampai tanda hitam di dahinya hilang, dengan kadang rasa lapar dideritanya.

Yaa Akhi..Yaa Ukhti..
Kalian sering sekali bicara masalah sedekah, infaq, tapi kalian justru mendzalimi orang lain.

Tahukah arti dari Hasad? Iri, dengki, pikiran negatif. Bisakah akhi atau ukhti membedakan antara riya dan hasad?

Sebegitu jahatnya kah jari jemari kita menyebarkan informasi itu? Informasi yang mungkin saja dibuat oleh mereka yang hasad? Tapi kita begitu mudahnya melakukan kepada orang yang memang sedang melakukan hijrah di sisa umurnya di dunia?

Hasad
Kata hasad berasal dari bahasa Arab yang berarti iri, dengki. Iri berarti merasa kurang senang dan cemburu melihat orang lain beruntung atau mendapatkan suatu kesenangan. Iri juga salah satu bentuk gangguan mental karena semakin banyak melihat orang lain senang, maka semakin gelisah pula hatinya. Adapun dengki merupakan akibat adanya sikap iri.

Larangan bersikap hasad dijelaskan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits berikut:

“Jagalah dirimu dari hasad, karena sesungguhnya hasad itu merusak kebaikan. Sebagaimana api memakan kayu bakar” (HR. Abu Daud No. 4257 dari Abu Hurairah)

Riya
Menurut bahasa, riya berasal dari bahasa Arab yang berarti memperlihatkan atau pamer.

”Sesungguhnya perkara yang paling aku khawatirkan dari beberapa hal yang aku khawatirkan adalah syirik kecil. Sahabat bertanya, ”Apa syirik kecil itu, ya Rasulullah ?” Beliau menjawab,”Riya.” (HR Ahmad nomor 225828 dari Mahmud bin Labidin) .

Begitu teoritisnya tulisan-tulisan atau pendapat-pendapat itu disampaikan kepada pembaca dan pendengarnya. Bahkan dibuat meme untuk mempermudah penyebaran informasi itu.

Kita tidak pernah tahu apa yang diinginkan oleh penyebar informasi tersebut. Apakah mereka ingin agar orang lain mengurangi sholatnya, padahal sholat adalah hal yang ditanyakan malaikat Allah saat kita di alam kubur. Wallahu’alam bisshowab. (Rio)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita