Minggu, 24 Januari 2021

Pencak Silat Menuju Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Pencak Silat Menuju Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Foto: Edi M.Nalapraya menandatangani spanduk untuk menjadikan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda Indonesia. (rio)

Jakarta, Swamedium.com— Para pecinta pencak silat Indonesia berharap olahraga seni tradisi ini bisa diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Namun, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan baru bisa mendaftarkannya pada tahun 2019.

Banner Iklan Swamedium

Lien Dwiari Ratnawati, Kasubdit Warisan Budaya Tak Benda Kemendikbud dalam sebuah acara talkshow tentang Pencak Silat di Jakarta, Sabtu (29/4) di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kompleks Kemdikbud, Jalan Sudirman, Jakarta, menyebutkan, pada tahun ini pemerintah hanya mendaftarkan Phinisi sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke Unesco.

“UNESCO membuka pendaftaran setiap 2 tahun sekali, tahun 2017 ini pemerintah mendaftarkan Phinisi,” kata Lien.

Saat ini Warisan Budaya Tak Benda yang diakui UNESCO sebagai milik Indonesia adalah, Wayang, Keris, Batik, Songket, Angklung, Tari Saman, dan Tari Tradisi Bali.

Sementara Edi M.Nalapraya, mantan Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) menyebutkan, upaya menjadikan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO sudah dilakukan sejak 2014.

“Karena pencak silat merupakan kegiatan olahraga, kita mengusulkan ke Menpora tahun 2014 waktu itu dijabat Roy Suryo untuk menjadikan Pencak Silat menjadi Warisan Budaya Tak Benda di UNESCO,” kata tokoh pencak silat Indonesia ini.

Dari Menpora, dokumen untuk pendaftaran pengakuan warisan budaya itu diserahkan ke Kemendikbud. Alasannya, untuk urusan UNESCO dipegang oleh Kemendikbud.

Dalam acara diskusi yang juga dihadiri para pelajar, mahasiswa dan pencinta pencak silat, Edi M. Nalapraya juga menjelaskan kenapa begitu penting Pencak Silat diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

“Kebanggaan silat masuk ke UNESCO karena dulu merasakan bagaimana Silat di nomor dua kan. Unesco juga indikator, peningkatan kearifan lokal, pendidikan pencak silat memiliki hal hal yang membuat orang menjadi baik, karena terdapat nilai kejujuran, kedisiplinan, dan lainnya,” jawabnya.

Dalam acara itu juga ditampilkan atraksi pencaknsilat dari Pencak Silat Panglipur dan Tapak Suci. Turut hadir dalam acara dialog itu aktor laga yang dikenal melalui film The Raid, Kang Cecep dari Pencak Silat Panglipur yang banyak bercerita soal pengalamannya menampilkan silat dalam film Hollywood. (rio/dr)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita